![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/rezkrr) |
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026. Dalam keterangannya, BMKG menyebut intensitas hujan diperkirakan meningkat dan berpotensi disertai angin kencang.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam Instagram resminya @infobmkg, Rabu (28/1/2026).
Cuaca ekstrem yang berlangsung berhari-hari ini tak jarang membuat banyak orang jatuh sakit. Mulai dari demam, flu, batuk pilek, hingga tubuh terasa mudah lelah atau "tumbang" setelah kehujanan.
Menyoroti hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania menyebut ada banyak pilihan minuman herbal hangat yang bisa dikonsumsi sebagai langkah pencegahan.
"Sebetulnya ada banyak sekali sih pilihan-pilihan minuman herbal hangat untuk apa, yang sifatnya mencegah ya, jadi untuk mencegah supaya kita nggak gampang sakit karena hujan atau musim hujan yang memang cukup deras dan ekstrem," ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, minuman hangat dari bahan herbal tidak hanya berfungsi menghangatkan tubuh, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa herbal bahkan memiliki sifat antimikroba atau antivirus ringan, sekaligus membantu menjaga keseimbangan fisiologis tubuh agar lebih mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem.
Minuman Herbal
dr Inggrid menjelaskan, minuman herbal bisa dibuat dari berbagai bahan yang mudah ditemukan. Salah satunya berbasis teh, seperti teh hitam atau teh hijau, yang kemudian dicampur dengan aneka herbal dan rempah.
"Teh dari daun teh hitam misalnya atau dari daun teh hijau yang kita bisa campurkan dengan herba dan rempah misalnya kita bisa campurkan dengan daun mint dengan rempah seperti ketumbar ya. Kemudian cengkeh kayu manis bunga lawang bisa juga dengan empon-empon ya seperti jahe, kunyit apa temu kunci misalnya atau temulawak itu semua sebetulnya bisa ya bisa kita manfaatkan," tuturnya lagi.
"Daun-daun herbal lainnya seperti tehnya kita campur kelor apa pegagan itu juga bisa ya, jadi sebetulnya semua yang tadi saya sebutkan memiliki manfaat untuk mencegah atau yang sifatnya preventif," lanjutnya.
Meski demikian, dr Inggrid mengingatkan efektivitas herbal juga bisa berbeda pada tiap orang.
"Tiap orang kan berbeda-beda sehingga dia bisa lebih cocok sama herbal yang tertentu sementara, orang lain juga bisa lebih cocok dengan herbal-herbal yang lain tetapi secara umum yang tadi saya sebutkan," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Rekomendasi Minuman Cegah Tumbang di Tengah Cuaca Ekstrem dari Dokter Herbal"
