Hagia Sophia

01 February 2026

Ilmuwan Ini Berhasil 'Lumpuhkan' Kanker Pankreas

Dr Mariano Barbacid. (Foto: Dok. Centro Nacional de Investigaciones Oncológicas (CNIO))

Kanker pankreas selama ini dikenal sebagai salah satu jenis tumor paling agresif dengan peluang kesembuhan yang sangat rendah. Namun, sebuah terobosan terbaru dari Pusat Penelitian Kanker Nasional Spanyol (CNIO) membawa angin segar bagi dunia medis.

Dalam studi terbarunya, tim peneliti berhasil memusnahkan tumor pankreas pada tikus percobaan dan mencegahnya muncul kembali. Kuncinya terletak pada penggunaan 'terapi kombinasi tiga obat' yang bekerja secara simultan.

"Studi ini membuka jalan untuk merancang terapi kombinasi baru yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien adenokarsinoma duktal pankreas," tulis tim peneliti dalam pernyataan resminya, dikutip dari jurnal ilmiah PNAS, Kamis (29/1/2026).

Mematikan 'Jalur Pelarian' Kanker

Kanker pankreas sangat sulit diobati karena sel-selnya sangat adaptif. Jika pengobatan hanya menyerang satu titik, sel kanker akan cepat menemukan "jalur pelarian" atau resistensi.

Tim CNIO yang dipimpin oleh peneliti berpengaruh, Dr Mariano Barbacid, mencoba strategi berbeda. Mereka menyerang jalur molekuler onkogen KRAS (pemicu utama 90 persen kasus kanker pankreas) dari tiga titik sekaligus:
  • Inhibitor KRAS eksperimental.
  • Obat yang sudah disetujui untuk kanker paru-paru.
  • Degrader protein khusus.
Hasilnya luar biasa. Dalam tiga model hewan yang berbeda, tumor menghilang sepenuhnya tanpa menunjukkan efek samping yang signifikan. Bahkan, tidak ditemukan adanya kekambuhan selama masa pemantauan berlangsung.

Sosok Dr Mariano Barbacid Viral di Medsos

Berkat penelitiannya, nama Dr Mariano Barbacid mendadak trending di media sosial X (dulunya Twitter). Dia bukan orang baru di dunia sains.

Diberitakan Times Now, pada awal 1980-an, ia adalah sosok kunci yang mengidentifikasi onkogen manusia pertama, sebuah penemuan yang mengubah pemahaman kita bahwa kanker adalah penyakit genetik.

Selama empat dekade, Dr Barbacid fokus meneliti tumor yang digerakkan oleh KRAS. Ia selalu berargumen bahwa kanker pankreas tidak bisa dikalahkan hanya dengan satu jenis obat karena sifat selnya yang luar biasa cerdik dalam beradaptasi.

Meski hasil pada hewan percobaan ini merupakan tonggak sejarah, para peneliti memberikan catatan penting. Terapi tiga kombinasi ini belum siap untuk uji klinis pada manusia dalam waktu dekat.

Mengoptimalkan kombinasi tiga obat untuk tubuh manusia merupakan proses yang kompleks. Namun, para ahli sepakat bahwa temuan ini memberikan arah yang jelas bagi uji klinis di masa depan.

Di Spanyol sendiri, lebih dari 10.300 kasus kanker jenis ini didiagnosis setiap tahunnya, dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang sangat rendah, yakni di bawah 10 persen. Kehadiran studi ini memberikan harapan baru bahwa kanker pankreas, yang selama ini dianggap sebagai "vonis mati", ternyata memiliki titik lemah yang bisa ditembus.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Sosok Dr Mariano Barbacid, Peneliti yang Sukses 'Lumpuhkan' Kanker Pankreas"