Hagia Sophia

14 February 2026

Ini Takaran Aman Konsumsi Kopi per Hari

Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

Minum kopi bukan sekadar rutinitas pagi. Sejumlah ilmuwan menemukan dua hingga tiga cangkir kopi per hari bisa membantu menurunkan risiko demensia sekaligus menjaga kesehatan otak di usia lanjut.

Prof Eef Hogervorst, Profesor Psikologi Biologis dari Loughborough University, dalam ulasannya di The Conversation, menyoroti dampak signifikan terkait menurunnya risiko demensia dengan konsumsi kopi.

Penelitian tersebut menganalisis kebiasaan kopi pada 131.821 perawat dan tenaga kesehatan selama 43 tahun. Dari jumlah itu, 11.033 orang atau sekitar 8 persen mengalami demensia.

Efek perlindungan paling kuat terlihat pada kelompok usia di bawah 75 tahun yang mengonsumsi sekitar 250 hingga 300 mg kafein per hari.

"Efek perlindungan paling kuat terlihat pada orang berusia 75 tahun atau lebih muda, yang mengalami penurunan risiko demensia hingga 35 persen jika mengonsumsi sekitar 250 hingga 300 mg kafein per hari, setara dua hingga tiga cangkir kopi," kata Prof Eef.

Namun, peneliti menegaskan menambah konsumsi kopi di atas jumlah tersebut tidak memberikan manfaat tambahan.

Mengapa Kafein Baik untuk Otak?

Secara biologis, kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat kimia yang memperlambat aktivitas neurotransmiter penting di otak.

"Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat kimia yang menekan aktivitas penghantar pesan di otak seperti dopamin dan asetilkolin."

Neurotransmiter ini menurun aktivitasnya seiring bertambah usia, juga bagi mereka dengan riwayat alzheimer.

Selain itu, kafein juga dikaitkan dengan penurunan peradangan, membantu metabolisme gula darah, serta berhubungan dengan kadar plak amiloid beracun yang lebih rendah di otak.

"Orang yang tidak mengalami demensia tetapi minum lebih dari dua cangkir kopi setiap hari sepanjang hidupnya memiliki kadar plak amiloid beracun yang lebih rendah di otak," sorot Prof Eef.

Minum Kebanyakan Malah Berisiko

Konsumsi kafein berlebihan dapat mengganggu tidur dan meningkatkan kecemasan, yang justru berdampak buruk pada fungsi kognitif.

"Dosis yang sangat tinggi dapat mengganggu tidur dan meningkatkan kecemasan, yang pada akhirnya mengurangi manfaat kafein bagi otak."

Fenomena ini sesuai dengan Hukum Yerkes-Dodson, yang menyebutkan stimulasi berlebihan justru menurunkan performa mental.

Tak perlu banyak. Bahkan dosis rendah kafein sudah cukup meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati.

"Bahkan dosis rendah 40 hingga 60 mg kafein sudah dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati."

Kafein dalam jumlah sedang tidak meningkatkan risiko tekanan darah tinggi jangka panjang. Namun, bagi pengidap hipertensi, disarankan membatasi konsumsi kopi sekitar satu cangkir per hari.

Dari analisis gabungan 38 studi lain, peminum kafein memiliki risiko demensia 6 hingga 16 persen lebih rendah dibanding yang tidak mengonsumsi kafein.

"Peminum kafein memiliki risiko demensia 6 hingga 16 persen lebih rendah dibanding yang tidak minum, dengan satu hingga tiga cangkir kopi sebagai jumlah yang paling optimal."

Artinya, menikmati kopi tetap boleh, bahkan bermanfaat, selama tidak berlebihan. Dua sampai tiga cangkir per hari sudah cukup membantu menjaga otak agar tidak mudah menciut.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Segini Takaran Ngopi per Hari yang Bisa Bantu Cegah Otak 'Menciut'"