Hagia Sophia

14 February 2026

Sakit Dada Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Foto: Getty Images/iStockphoto/Jajah-sireenut

Istilah 'masuk angin' atau 'angin duduk' mungkin menjadi bahasa yang sederhana untuk kondisi nyeri di dada. Tetapi, kondisi itu bisa saja menjadi tanda awal dari serangan jantung.

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, mengungkapkan persepsi masyarakat saat merasa nggak enak badan, sakit punggung, meriang, nyeri di dada, hingga keringat dingin sebagai penyakit 'masuk angin'. Padahal, bisa jadi orang itu sedang mengalami serangan jantung.

"Karena keluhannya nyeri dada nggak nyaman, bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung. Ditambah seolah-olah mirip gejala 'masuk angin'," katanya dalam temu media di Cibubur, Rabu (11/2/2026).

"Makanya dianggap kayak 'angin duduk' karena pada saat itu dia dikerokin saja. Sementara jantung itu butuh waktu yang critical, cepat dibawa ke rumah sakit," sambungnya.

Bahaya terbesar dari kerokan saat serangan jantung bukanlah pada goresan di kulit, melainkan hilangnya waktu yang sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa. Serangan jantung terjadi karena adanya sumbatan total pada pembuluh darah, dan kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

"Serangan jantung itu butuh waktu yang critical. Sementara pasien asyik dikerokin, pembuluh darahnya bisa tertutup total yang memicu henti jantung dan meninggal dunia," tegas dr. Yislam.

Jika segera dibawa ke rumah sakit, dokter bisa memberikan dosis pengencer darah yang tinggi atau melakukan tindakan kateterisasi jantung untuk memasang ring guna membuka sumbatan.

Sugesti yang Tidak Menyembuhkan

dr Yislam menegaskan bahwa kerokan tidak memberikan manfaat medis bagi penyumbatan jantung. Rasa nyaman yang dirasakan setelah dikerok hanyalah bersifat persepsi atau sugesti.

"Kalau dikerok, pembuluh darah yang di dalam (jantung) tetap tersumbat. Kerokan itu cuma persepsi masing-masing orang dan sebenarnya sugesti saja," terangnya.

Bahkan, ia menambahkan bahwa kerokan berisiko memicu peradangan kulit hingga infeksi jika alat yang digunakan tidak steril. Itulah sebabnya, dokter jantung tidak pernah merekomendasikan tindakan ini bagi orang yang mengalami gejala serangan jantung.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sakit Dada Dikira Kena 'Angin Duduk' padahal Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung"