Hagia Sophia

07 February 2026

Kasus Kanker Terus Meningkat, Setiap 2 Menit Satu Warga RI Meninggal

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengung tren kasus kanker di Indonesia terus meningkat signifikan.

"Dua menit nih saya ngomong, satu orang Indonesia meninggal karena kanker," beber Menkes saat ditemui pasca agenda peringatan Hari Kanker Sedunia di South Quarter, Rabu (5/2/2026).

Menurut Menkes, kanker payudara merupakan kanker dengan angka kematian tertinggi di Indonesia. Pasalnya, sekitar 70 persen pasien yang mendatangi fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi stadium lanjut. Walhasil, peluang kesembuhan relatif sudah berada di bawah 50 persen.

Menkes menyayangkan pemahaman yang sering muncul di masyarakat, yakni kanker tidak bisa disembuhkan. Tidak jarang akhirnya mereka memilih menghindari skrining atau pemeriksaan dini, alih-alih mengetahui kondisinya.

"Kanker itu bisa disembuhkan. Sama kayak penyakit lain. Tapi asalnya penting, deteksi dini. Ketahuannya di stadium satu."

Karenanya, pemerintah mendorong masyarakat rutin melakukan skrining, yang sudah tersedia melalui cek kesehatan gratis.

Budi menyebut, ada sekitar 40 juta perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun yang masuk kelompok risiko kanker payudara. Namun, realisasi skrining masih sangat rendah.

"Dari 40 juta, yang mau skrining baru 4 juta," sesal dia.

Masyarakat Takut Skrining

Menkes merinci, dari total 4 juta wanita yang menjalani skrining, hanya 400 ribu yang melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.

"Di rumah sakit yang datang bener-bener untuk di-mamografi dan biopsi itu kurang dari 4 ribu. Jadi masalahnya takut," tandas dia.

Dari jumlah itu, ditemukan sekitar 1.700 kasus yang terdeteksi dan berpeluang besar diselamatkan dengan pengobatan.

Masalah utamanya, kata Menkes, bukan pada fasilitas kesehatan, melainkan faktor psikologis masyarakat, terutama rasa takut dan penyangkalan.

"Wanita-wanita itu banyak takut. Merasa 'aduh nanti malah ketahuan gimana'. Padahal justru kalau ketahuan cepat, kemungkinan sembuhnya besar sekali. Kalau telat, itu sulit sekali."

Rantai ketakutan ini terlihat jelas dalam tahapan skrining. Dari 40 juta menjadi 4 juta yang mau periksa. Dari 4 juta, hanya 400 ribu yang ke rumah sakit. Dari 400 ribu, yang benar-benar menjalani pemeriksaan lanjutan seperti mamografi dan biopsi bahkan kurang dari 4 ribu orang.

"Jadi masalahnya takut," tegas Budi.

Menurutnya, kunci menekan kematian kanker bukan semata teknologi pengobatan, melainkan keberanian masyarakat untuk melakukan deteksi dini.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes: Setiap 2 Menit, Satu Warga Indonesia Meninggal karena Kanker"