Hagia Sophia

07 February 2026

SpaceX Berencana untuk Terbangkan 1 Juta Starlink ke Ruang Angkasa

Ngeri! Elon Musk mau terbangkan 1 juta Starlink ke ruang angkasa (Foto: DW News)

SpaceX milik Elon Musk mengajukan permohonan untuk meluncurkan hingga satu juta satelit ke orbit Bumi, sebagai bagian dari rencana ambisius mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) yang terus melonjak.

Dalam pengajuan kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat pada Jumat lalu, SpaceX mengusulkan konsep "pusat data orbital", yang diklaim sebagai solusi paling hemat biaya dan energi untuk memenuhi permintaan daya komputasi AI secara global seperti dikutip dari BBC, Senin (2/2/2026).

Selama ini, pusat data konvensional berbentuk gudang besar berisi komputer canggih yang memproses dan menyimpan data. Namun menurut SpaceX, lonjakan kebutuhan pemrosesan akibat meluasnya penggunaan AI telah melampaui "kemampuan terestrial" atau kapasitas infrastruktur di Bumi.

Jika disetujui, rencana ini akan secara drastis menambah jumlah satelit SpaceX di orbit. Saat ini, jaringan Starlink sudah terdiri dari hampir 10.000 satelit, yang sebelumnya menuai kritik terkait kepadatan ruang angkasa, klaim yang telah dibantah Musk.

Dalam dokumen permohonan tersebut, SpaceX menyebut jaringan baru ini dapat berisi hingga satu juta satelit bertenaga surya, meski tidak mencantumkan jadwal peluncuran yang spesifik. Sistem ini diklaim mampu menyediakan kapasitas komputasi untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.

Lebih jauh, SpaceX menyebut proyek ini sebagai langkah awal menuju visi peradaban tingkat Kardashev II, yakni peradaban yang mampu memanfaatkan energi Matahari secara penuh, sebuah konsep hipotetis yang diperkenalkan astronom pada 1960-an.

Elon Musk turut menanggapi isu kepadatan satelit melalui unggahan di platform X. Ia menyebut jarak antar satelit akan sangat jauh sehingga sulit terlihat satu sama lain.

"Ruang angkasa begitu luas sehingga sulit dipahami," tulis pernyataan Musk.

Seperti satelit Starlink, satelit pusat data orbital ini direncanakan beroperasi di orbit Bumi rendah, pada ketinggian sekitar 500 hingga 2.000 kilometer.

SpaceX juga mengklaim pusat data di orbit akan lebih ramah lingkungan dibandingkan pusat data di Bumi, yang membutuhkan energi besar serta air dalam jumlah signifikan untuk proses pendinginan.

Namun, sejumlah kekhawatiran tetap mengemuka. Seorang ahli sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa meluncurkan perangkat keras ke orbit masih sangat mahal, sementara infrastruktur untuk melindungi, mendinginkan, dan memberi daya pada perangkat tersebut tergolong rumit. Selain itu, puing antariksa yang terus bertambah dinilai dapat membahayakan perangkat keras di orbit.

Peringatan serupa datang dari pihak lain yang menyoroti meningkatnya risiko tabrakan antar wahana antariksa di orbit rendah, yang berpotensi merusak mesin atau menyebabkan material jatuh kembali ke Bumi.

Di sisi lain, para astronom juga sempat mengeluhkan dampak jaringan Starlink. Pada 2024, mereka menilai gelombang radio dari satelit Starlink menyilaukan teleskop dan mengganggu penelitian astronomi.

Meski demikian, Musk sebelumnya menepis klaim bahwa satelit-satelit SpaceX memakan terlalu banyak ruang di orbit dan menghambat para pesaingnya.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Ngeri! Elon Musk Mau Terbangkan 1 Juta Starlink ke Ruang Angkasa"