Hagia Sophia

19 February 2026

Nyamuk Wolbachia Bisa Tekan Kasus DBD Hingga 70 Persen

Foto: Getty Images/iStockphoto/PongMoji

Sebuah eksperimen berskala besar yang dilakukan di Singapura membawa kabar baik bagi upaya pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD). Studi selama dua tahun yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine tersebut menemukan bahwa pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu menurunkan risiko infeksi hingga 70 persen.

Proyek yang dikenal dengan nama Project Wolbachia-Singapore ini dilakukan di lingkungan padat penduduk dengan cara melepas nyamuk jantan yang sudah terinfeksi bakteri alami Wolbachia untuk menekan populasi nyamuk liar.

Metode 'Serangga Mandul' di Pemukiman Padat

Dikutip dari Medical Xpress, penelitian yang berlangsung dari pertengahan 2022 hingga akhir 2024 ini membagi 15 kawasan perumahan besar di Singapura menjadi dua kelompok. Delapan wilayah menerima pelepasan nyamuk jantan ber-Wolbachia dua kali seminggu, sementara tujuh wilayah lainnya tetap dibiarkan sebagai kelompok kontrol tanpa intervensi.

Strategi ini bekerja secara unik:
  • Nyamuk Jantan Tidak Menggigit: Nyamuk jantan ber-Wolbachia dilepaskan ke alam.
  • Perkawinan Mandul: Saat nyamuk jantan ini kawin dengan nyamuk betina liar (yang tidak membawa Wolbachia), telur yang dihasilkan tidak akan menetas.
  • Populasi Anjlok: Seiring waktu, jumlah nyamuk penggigit di lingkungan tersebut berkurang secara signifikan karena tidak ada generasi baru yang lahir.
Hasil Nyata: Populasi Nyamuk Turun 77 Persen!

Data menunjukkan efektivitas yang luar biasa. Di wilayah yang menjadi sasaran proyek, jumlah populasi nyamuk betina liar turun drastis hingga sekitar 77 persen.

Penurunan populasi nyamuk ini berdampak langsung pada angka penularan penyakit. Setelah enam bulan paparan, hanya 6 persen penduduk di area intervensi yang terdiagnosis positif DBD, jauh lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yang mencapai 21 persen.

"Secara keseluruhan, paparan nyamuk pembawa Wolbachia memangkas risiko dengue sekitar 71 hingga 72 persen dalam periode tiga hingga 12 bulan," tulis laporan penelitian tersebut.

Solusi Jangka Panjang yang Ramah Lingkungan

Selama ini, metode pengendalian nyamuk tradisional seperti penggunaan obat nyamuk semprot atau fogging dinilai kurang berkelanjutan karena risiko bahan kimia terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, teknologi Wolbachia menawarkan pendekatan biologis yang lebih aman.

Bakteri Wolbachia sendiri secara alami menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk, sehingga membuat nyamuk tersebut jauh lebih sulit menularkan penyakit ke manusia.

Para peneliti meyakini bahwa teknologi ini dapat menjadi pelengkap yang sangat kuat bagi metode kontrol tradisional dan penggunaan vaksin guna mengeliminasi ancaman DBD serta penyakit lain yang dibawa oleh nyamuk Aedes.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Eksperimen Nyamuk Wolbachia di Singapura Tekan Kasus DBD Hingga 70 Persen"