Hagia Sophia

19 February 2026

Kisah Pasien yang Idap Demensia di Usia 20 Tahun

Foto ilustrasi: Shutterstock

Seseorang yang baru berusia 20 tahun menceritakan pengalamannya saat didiagnosis mengalami demensia. Lewat media sosial, ia tidak pernah menyangka akan mengidap penyakit yang biasanya dialami oleh orang lanjut usia.

"Saya baru berusia 20 tahun dan baru-baru ini didiagnosis menderita demensia dini," tulisnya, dikutip dari Unilad.

"Rasanya masih tidak nyata saat mengetik ini. Kebanyakan orang seusia saya memikirkan kuliah, karier, dan hubungan. Bukan tes memori dan ahli neurologi," sambungnya.

Selama ini, ia mengabaikan tanda atau gejala awal yang tersembunyi sebelum didiagnosis. Ada beberapa hari ia menjalani hidup normal seperti semestinya.

Sementara hari-hari lain, ia merasa bingung sampai membuat frustrasi dan menakutkan. Gejala yang tidak ia sadari, seperti kelalaian kecil dan konstan.

"Lupa percakapan yang baru saja saya lakukan. Membaca ulang pesan dan tidak ingat telah mengirimnya," beber dia.

"Kejadian lainnya, masuk ke ruangan tanpa tahu alasannya, lebih sering daripada yang terasa normal," tambahnya.

Awalnya, pasien yang tidak disebutkan namanya itu merasa lupa bukanlah bagian terburuk dari gejala demensia. Tetapi, menyadari bahwa itu bukan stres atau kurang tidur yang membuatnya ketakutan.

"Ketika mulai mempengaruhi sekolah atau pekerjaan, dan orang-orang di sekitar saya menyadarinya sebelum saya, saat itulah semuanya benar-benar terasa. Saat itulah saya tahu ada sesuatu yang tidak beres," tegasnya.

Menurut National Institutes of Health, demensia memengaruhi lebih dari 6 juta orang di Amerika Serikat dan juga menyebabkan lebih dari 100 ribu kematian setiap tahunnya.

Biasanya, faktor risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi tersebut meningkat seiring bertambahnya usia, misalnya 42 persen setelah usia 55 tahun, 4 persen pada usia 75 tahun, dan 20 persen pada usia 85 tahun.

Penelitian telah menemukan bahwa sebagian besar risiko terjadi setelah usia 85 tahun. Tetapi, pria (48 persen) lebih berisiko daripada wanita (35 persen).

Demensia di Usia Muda

Ada beberapa alasan mengapa seseorang dapat mengalami demensia. Tetapi, ini juga sesuatu yang masih diteliti karena belum sepenuhnya dipahami.

Salah satu hal yang menjadi topik yang membutuhkan lebih banyak penelitian demensia dini, yang terjadi pada orang yang lebih muda. Meskipun jarang, jenis demensia ini dapat terjadi pada usia berapa pun, menyebabkan kondisi seseorang perlahan memburuk dalam fungsi kognitif mereka.

Dikutip dari Cleveland Clinic, ada beberapa gejala dari demensia seperti pelupa, kesulitan berbicara, dan kesulitan mengungkapkan pikiran. Hal itu dapat membuat hidup sangat sulit bagi mereka yang terkena dampaknya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Pasien Idap Demensia di Usia 20 Tahun, Awalnya Cuma Lupa Hal Kecil"