Hagia Sophia

19 February 2026

Pakar: Cara Pelaporan Kemenkes Malaysia Bagus untuk Diterapkan di Indonesia

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliia Lysenko)

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan hingga awal Februari 2026, telah terdeteksi 10 klaster TBC (Tuberkulosis) baru di tujuh negara bagian. Kasus kumulatif TBC di Malaysia melonjak menjadi 2.571 kasus sejak awal tahun.

Dikutip dari Strait Times, berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Kesehatan Malaysia per 15 Februari, Sabah menjadi wilayah dengan kasus tertinggi yakni 614 kasus (23,88%), disusul oleh Selangor dengan 476 kasus (18,51%), dan Sarawak dengan 257 kasus (10%).

Ditanya mengenai hal ini, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan akan menjadi bagus jika Indonesia bisa meniru cara pelaporan yang dilakukan Kemenkes Malaysia.

"Tentu akan bagus kalau kita di Indonesia juga mendapat laporan mingguan tentang data dan angka tuberkulosis di negara kita, bukan hanya angka nasional tetapi juga angka setiap propinsi di setiap minggunya," kata Prof Tjandra dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (17/2/2026).

Prof Tjandra yang juga Badan Pengawas Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) menambahkan adanya data mingguan yang diungkap ke publik nantinya, akan menunjukkan surveilans itu sendiri berjalan baik.

"Kalau ada kecenderungan peningkatan kasus maka segera dapat dilakukan pengendalian, seperti yang dilakukan Malaysia, dan ketiga membuat masyarakat menyadari dinamika epidemiologi tuberkulosis dan antisipasi apa yang perlu dilakukan," tegasnya.

Prof Tjandra menambahkan, jika ada kenaikan kasus TB di Malaysia, bukan tidak mungkin ada juga peningkatan di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

"Kalau kini ada peningkatan kasus TB di Malaysia maka tentu bukan tidak mungkin ada juga kenaikan kasus TB di berbagai negara pula, tidak hanya Malaysia tentunya. Artinya kita juga tentunya perlu waspada, apalagi cukup banyak lalu lintas warga antara negara kita dan Malaysia," katanya.

Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan menuju Malaysia atau sedang berada di Negeri Jiran tersebut untuk mematuhi arahan dari otoritas kesehatan setempat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus TB di Malaysia 'Meledak', Pakar Ingin RI Tiru Cara Pelaporan Negeri Jiran"