Hagia Sophia

04 February 2026

Pria Ini Mendadak Pingsan Usai Nyantap Hamburger dan Meninggal di RS

Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths

Seorang pria berusia 47 tahun di New Jersey, Amerika Serikat (AS) meninggal dunia akibat kondisi medis langka yang baru terungkap bertahun-tahun setelah ia digigit kutu.

Dalam laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal medis The Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice, dijelaskan bahwa pria ini mendadak pingsan sekitar empat jam setelah menyantap hamburger di sebuah acara barbekyu.

Meski pria tersebut sempat mendapat pertolongan dari anaknya dan paramedis, nyawanya tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit pada malam yang sama.

Alergi Daging yang Dipicu Gigitan Kutu

Kasus ini dinilai penting unduk didokumentasikan karena banyak dokter di AS masih belum paham tentang alpha gal syndrome. Alpha gal merupakan gula yang ditemukan pada semua mamalia kecuali manusia dan primata lain, Pada sindrom aplha gal, sistem imun manusia bereaksi terhadap gula tersebut sehingga memicu berbagai gejala yang ringan hingga mengancam nyawa.

Gejala yang muncul bervariasi mulai dari gatal-gatal, mual, muntah, nyeri perut, sesak napas, penurunan tekanan darah, pusing, hingga anafilaksis.

Gigitan kutu menjadi pemicu karena air liurnya mengandung alfa-gal, yang membuat sistem imun lebih sensitif. Akibatnya, saat pasien kembali mengonsumsi produk hewani yang mengandung gula ini, tubuh bereaksi berlebihan, meski sebelumnya makanan tersebut bisa dikonsumsi tanpa masalah.

Menurut penulis laporan, penting untuk meningkatkan edukasi publik di wilayah dengan populasi kutu yang meningkat, karena banyak dokter di AS masih belum menyadari sindrom alfa-gal.

Gejala Awal yang Tak Disangka Berbahaya

Dalam kasus pria asal New Jersey tersebut, kemungkinan sindrom alfa-gal tidak terdeteksi lebih awal karena pola makan keluarganya sehari-hari lebih banyak mengandalkan ayam. Padahal, daging sapi, babi, domba, rusa, dan kelinci mengandung alfa-gal dalam kadar tinggi. Produk turunan mamalia seperti susu, gelatin, lemak hewan, dan saus tertentu juga dapat memicu reaksi pada sebagian orang.

Beberapa minggu sebelum meninggal, pria tersebut sempat mengalami gejala mencurigakan saat berkemah bersama keluarganya. Ia menyantap steak daging sapi dan sekitar empat jam kemudian mengalami nyeri perut hebat, diare, dan muntah.

Meski gejala itu mereda beberapa jam kemudian dan keesokan harinya ia masih sanggup berjalan sejauh delapan kilometer, tanda peringatan tersebut ternyata merupakan awal dari kondisi yang lebih serius.

Dua minggu kemudian, ia kembali mengonsumsi daging. Kali ini burger di pesta barbekyu. Dengan pola yang sama, empat jam setelah makan, gangguan pencernaan muncul dan dengan cepat berkembang menjadi anafilaksis.

Terungkap Setelah Kematian

Ironisnya, autopsi awal tidak menemukan tanda-tanda anafilaksis yang jelas, sehingga kematian pria itu sempat dicatat sebagai kematian 'mendadak' yang tidak dapat dijelaskan.

Kecurigaan baru muncul setelah istrinya meminta bantuan dr Erin McFeely yang merupakan dokter anak asal New Jersey sekaligus salah satu penulis laporan, untuk meninjau hasil autopsi.

Tim ahli dari Fakultas Kedokteran University of Virginia (UVA) kemudian melakukan analisis darah, yang menunjukkan adanya antibodi terhadap alfa-gal dan kadar triptase yang sangat tinggi enzim yang dilepaskan sel imun selama reaksi alergi.

Saat ditanya tim peneliti mengenai riwayat gigitan, istrinya menyebut suaminya tidak digigit kutu dalam setahun terakhir, tetapi pernah mengalami gigitan tungau. Namun para peneliti mencatat, gigitan yang dikira tungau kerap kali sebenarnya berasal dari larva kutu lone star (Amblyomma americanum), spesies kutu di Amerika Serikat yang paling sering terkait dengan sindrom alfa-gal.

Para peneliti juga menyoroti faktor lingkungan di New Jersey. Populasi rusa ekor putih (Odocoileus virginianus) sebagai inang utama kutu bintang tunggal sedang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga secara tidak langsung mendorong lonjakan jumlah kutu yang dapat menularkan alergi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kematian Fatal Akibat Alergi Daging Merah yang Dipicu Gigitan Kutu"