Hagia Sophia

04 February 2026

Awalnya Dikira Cuma Sakit Mata, Ternyata Wanita 32 Tahun Ini Kena Stroke

Foto: Dok. Airin atas izin yang bersangkutan

Seorang wanita bernama Airin Stanyawati (32), karyawan swasta di Jakarta Selatan, harus menghadapi kondisi mengejutkan setelah didiagnosis stroke pada pertengahan Januari 2026.

Airin bercerita bahwa stroke tersebut datang karena ada penyumbatan di otaknya. Kondisi yang datang tiba-tiba tanpa ada 'alarm' yang nyata sebelumnya.

"Pada hari itu ya, jadi pagi-pagi itu cuci muka terus kok sadar mata kecil sebelah. Kirain cuman sakit mata aja sih kayak biasa bangun tidur mata suka bengkak kan," kata Airin kepada detikcom, Minggu (1/2/2026).

Setelah itu, Airin mengaku tidak menggubris tanda-tanda tersebut dan lanjut bekerja seperti biasanya. Namun, kejanggalan-kejanggalan lain mulai muncul.

"Habis makan siang pas naik ke atas tiba-tiba ngantuk. Ngantuknya tuh menguap-menguap lima kali gitu lah, dan berturut-turut ya. Biasanya kan orang kalau menguap satu-satu ya dan menguap besar gitu, mungkin kurang oksigen otaknya kali ya," kata Airin.

"Terus ngobrol sama temen kok lidah kaku gitu, jadi kalau ngomong kayak nyeret gitu," sambungnya.

Pada titik ini, Airin mulai menyadari ada yang aneh dengan tubuhnya. Namun, ia tetap melanjutkan pekerjaan seperti biasanya.

"Dari situ nyadar kok lidah berat banget. Terus balik ke meja, pas di meja itu ngaca, pas ngaca senyum kan, tapi pas senyum kok nggak sinkron. Kanan kirinya nggak simetris gitu," kata Airin.

"Terus dari situ mulai deg-degan banget kan, panik juga gitu. Terus setelah itu coba nge-chat suami ngabarin. Tapi kok kaya typo-typo gitu, nggak tahu panik atau serangan juga," sambungnya.

Akumulasi Kebocoran Jantung

Airin kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk memeriksakan kondisinya tersebut. Dari dokter saraf, sudah mendiagnosis awal bahwa ini adalah TIA (Transient Ischaemic Attack) karena muncul keanehan di muka Airin.

"Langsung ranap (rawat inap), terus dia (dokter saraf) bilang nanti sore langsung MRI. Ranap dan masuk infus itu pelan-pelan bicaranya udah balik, udah normal," kata Airin.

Setelah mendapatkan hasil MRI, Airin dan keluarga mengetahui bahwa ini bukan lagi TIA, melainkan stroke. Dirinya mendapatkan penanganan lanjutan yakni Digital Subtraction Angiography (DSA), dan akhirnya ditemukan ada plak di pembuluh darah menuju otaknya.

Namun, perjuangan Airin tidak sampai di sini. Ia mengalami serangan stroke kedua setelah DSA, sehingga dokter merekomendasikan untuk mengecek kondisi jantung ke dokter spesialis.

"Katanya, itu indikasi jantung kamu bolong. Kaget ya, karena dari kecil nggak ada keluhan apa-apa. Dia (dokter) bilang nanti kita cek ya jantungnya dengan bubble test," kata Airin.

Dari sini Airin didiagnosis memiliki Patent Foramen Ovale (PFO) atau lubang di jantung yang tidak menutup sebagaimana mestinya. Dan Airin memutuskan untuk melakukan operasi penutupan PFO.

"Jadi biar gumpalan darahnya nggak lari ke otak yang menyebabkan stroke gitu," kata Airin.

"Sekarang udah aman sih. Maksudnya nggak ada komplikasi juga terus nggak ada yang dirasain juga. Dari jantungnya nggak ada yang aneh, nggak ada yang beda," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Wanita di Jaksel Kena Stroke di Usia 32, Awalnya Dikira Cuma Sakit Mata"