Hagia Sophia

07 September 2022

Benarkah Pemilik Golongan Darah Ini Punya Umur Lebih Panjang? Simak Ulasannya

detikcom

Sebuah studi baru mengungkap golongan darah yang memiliki rentang hidup lebih panjang dibandingkan yang lain. Hal ini berkaitan dengan faktor risiko kesehatannya.

"Orang yang bergolongan darah A, B atau AB memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan rentang hidup yang lebih pendek daripada orang yang memiliki golongan darah O," tulis studi baru tersebut yang dikutip dari Live Science, Selasa (6/9/2022).

"Tapi itu tidak berarti orang dengan golongan darah selain O harus terlalu khawatir, karena risiko penyakit jantung dan rentang hidup dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk olahraga dan kesehatan secara keseluruhan," lanjutnya.

Bukti dari Studi

Untuk membuktikannya, para peneliti mengikuti sekitar 50.000 orang paruh baya dan orang tua di timur laut Iran selama rata-rata tujuh tahun. Bagaimana hasilnya?
  • Orang dengan golongan darah non-O 9 persen lebih mungkin meninggal selama penelitian karena alasan yang berkaitan dengan kesehatan.
  • Sebanyak 15 persen orang dengan golongan darah non-O lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular.
  • Orang dengan golongan darah non-O memiliki 55 persen peningkatan risiko kanker lambung.
"Sangat menarik bagi saya untuk mengetahui bahwa orang dengan golongan darah tertentu (golongan darah non-O) memiliki risiko lebih tinggi meninggal karena penyakit tertentu," kata peneliti utama studi tersebut, Dr Arash Etemadi, seorang ahli epidemiologi di Institut Kesehatan Nasional, Amerika Serikat.

Selain itu, Dr Etemadi mengatakan orang dengan golongan darah non-O juga memiliki kecenderungan untuk membentuk gumpalan darah. Koagulasi yang lebih tinggi ini dapat menyebabkan lebih banyak masalah pada jantung.

"Selain itu, gen yang bertanggung jawab untuk golongan darah berada pada kromosom yang sama dengan beberapa gen yang bertanggung jawab untuk mengendalikan kolesterol darah," beber kata Dr Etemadi.

Meski begitu, direktur hematologi dan pengobatan transfusi di Carlo Poma Dr Massimo Franchini menegaskan kemungkinan itu masih bisa diatasi dengan menjaga gaya hidup yang sehat.

"Pemilik golongan darah non-O hanya mewakili faktor risiko. Dan sebenarnya, ada banyak bahkan jutaan orang di seluruh dunia dengan golongan darah non-O yang tidak memiliki faktor risiko salah satu dari penyakit ini," kata Franchini.

"Jadi, menurut saya, gaya hidup sehat tetap menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang," pungkasnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Boleh Gembira, Studi Ini Ungkap Golongan Darah yang 'Panjang Umur'"