Hagia Sophia

26 October 2022

Kenali Gejala Awal Stroke yang Tak Boleh Diabaikan

Foto: Thinkstock

Stroke adalah penyakit disfungsi atau masalah sistem saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Selain otak, ia juga dapat mengganggu aliran darah ke daerah spinal (sumsum tulang belakang) dan retina mata. Kondisinya sering ditandai dengan gejala kelainan neurologis.

"Kalau di otak, ada gejala kelumpuhan separuh badan dan bisa gangguan kesadaran. Kalau di medula spinalis (sumsum tulang belakang) bisa berupa kelumpuhan kedua kaki dan tangan. Kalau di retina adalah kebutaan mendadak," terang dr M Kurniawan, SpS (K) MSc (stroke med), dokter spesialis saraf Cipto Mangunkusumo dan perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia dalam paparan daring melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (25/10/2022).

Otak sendiri merupakan organ vital manusia yang wajib dijaga kesehatannya. Meski berat otak hanya setengah kilogram, fungsinya sangat memengaruhi kehidupan manusia, seperti mengatur keseimbangan dan pergerakan tubuh, menyimpan ingatan, mengambil keputusan yang tepat, serta menciptakan kecerdasan. Khususnya sumsum tulang belakang, ia bertugas untuk mengatur sistem motorik, sensorik, dan otonom di kaki, tangan, serta organ-organ di bawah kepala.

Jadi, jika seseorang mengalami stroke yang berkenaan langsung pada jaringan otak, fungsi-fungsi tersebut tentu tidak dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.

"Kalau dia terkena bagian otak depan, maka bisa jadi gejala gangguan kognitif. Salah satu yang mungkin kita dengar sering sekarang adalah demensia atau pikun," pungkas dr Kurniawan.

"Bila di pusat motorik otak, bisa kena kelumpuhan separuh badan. Kemudian kalau di daerah vital, seperti batang otak atau brain stem, pasiennya akan terganggu kesadarannya. Dalam hal ini, kondisinya seperti koma," lanjutnya.

Setidaknya, satu dari empat orang akan terkena stroke dalam rentang kehidupannya. Untuk itu, dr Kurniawan menjelaskan bahwa penyakit berbahaya ini dapat diturunkan risikonya dengan tatalaksana sedini mungkin oleh ahli medis.

Salah satu program pemerintah untuk mendeteksi stroke adalah SeGeRa Ke RS. Langkah ini merupakan singkatan dari gejala-gejala stroke yang kerap timbul pada masyarakat, yaitu Senyum tidak simetris, Gerak separuh anggota tubuh tiba-tiba melemah, bicaRa dengan pelo/kesulitan berbicara, Kebas, Rabun mendadak, dan Sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.

"Jadi, paparan kali ini adalah 'segera tangani stroke untuk mencegah disabilitas'. SeGeRa ini merupakan singkatan dari senyum, gerakan, dan bicara," kata dia.

Jika terlambat ditangani, stroke dapat memicu kerusakan sel otak dan mempercepat penuaan dini hingga 36 tahun. Dengan demikian, seseorang yang telah sadar dengan gejala-gejala stroke harus segera melaporkan situasinya ke dokter.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hari Stroke Sedunia, Begini Gejala Awal yang Tak Boleh Disepelekan"