Hagia Sophia

04 January 2024

Mengenal Low Vision, Gangguan Penglihatan yang Sering Dialami Tunanetra

Ilustrasi low vision. (Foto: iStock)

Hari Braille Sedunia atau World Braille Day tidak hanya diperingati untuk tunanetra yang mengalami buta total, tetapi juga yang mengidap low vision. Sebab seseorang yang mengidap low vision pada dasarnya juga dikategorikan sebagai penyandang tunanetra.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, low vision adalah gangguan penglihatan yang tidak bisa diatasi dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, maupun prosedur operasi. Kondisi ini bisa berupa munculnya titik buta, penglihatan malam hari yang buruk, ataupun pandangan kabur.

Umumnya, low vision disebabkan oleh penurunan fungsi mata akibat pertambahan usia. Namun pada beberapa kasus, low vision juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti glaukoma atau diabetes.

Kendati low vision tidak bisa diperbaiki dengan bantuan lensa ataupun operasi, pengidapnya masih bisa melihat sampai batas tertentu dengan bantuan alat tertentu.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip oleh laman Kemenkes RI, pada 2018 terdapat lebih dari 285 juta penduduk dunia yang mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 124 juta di antaranya mengidap gangguan low vision.

Apakah Low Vision Termasuk Tunanetra?

Meski low vision tidak menyebabkan kebutaan total, orang yang memiliki kondisi ini dapat dikategorikan sebagai penyandang tunanetra. Berdasarkan ketajaman penglihatannya, low vision terbagi menjadi dua kategori, yakni:
  • Buta sebagian: orang yang memiliki ketajaman penglihatan 20/70 dan 20/200 dengan lensa resep konvensional.
  • Buta secara hukum (legally blind): orang yang memiliki ketajaman penglihatan yang tidak lebih baik dari 20/200 dengan koreksi konvensional dan/atau memiliki area penglihatan terbatas yang kurang dari 20 derajat.
Jika pengidap low vision termasuk ke dalam kategori buta secara hukum, maka dia diakui sebagai penyandang tunanetra dan berhak mendapatkan hak yang sama dengan orang yang buta total.

Alat Bantu Penglihatan untuk Pengidap Low Vision

Sebagian besar kasus low vision tidak bisa diatasi dengan bantuan kacamata ataupun lensa kontak. Namun, ada sejumlah alat bantu untuk low vision yang bisa digunakan agar pengidapnya bisa tetap bisa beraktivitas, di antaranya:
  • Kacamata teleskopik
  • Kaca pembesar
  • Prisma untuk membaca
  • Lensa yang bisa memfilter cahaya



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Apa Itu Low Vision? Gangguan Penglihatan yang Dialami Banyak Tunanetra"