![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto |
Hujan yang turun merata di berbagai wilayah Indonesia membuat suhu udara menjadi lebih dingin. Kondisi ini sering kali menjadi momen di mana daya tahan tubuh menurun, apalagi di tengah kekhawatiran meluasnya varian influenza baru atau Super Flu.
Untuk menangkalnya, racikan ramuan herbal sederhana bisa dicoba di rumah. Daniel Damaz Hadiwijaya, lulusan Ilmu Tanah IPB sekaligus founder House of Herbs, membagikan resep ramuan yang terdiri dari bahan-bahan dapur yang mudah ditemukan.
"Ini ramuan sederhana sih, ada jahe emprit. Sebenarnya bisa pakai jahe apa saja, terus sereh, ada gula merah (gulmer) dan pandan," ujar pria yang akrab disapa Daniel ini saat berbincang dengan detikSore, Jumat (9/1/2025).
Banyak orang sering bingung menentukan seberapa banyak bahan herbal yang harus digunakan. Daniel menjelaskan sebuah konsep unik yang disebut antropometri, yaitu menggunakan ukuran anggota tubuh sendiri sebagai indikator takaran karena metabolisme setiap orang berbeda-beda.
"Banyak juga yang nanya, 'Mas gimana sih menentukan takarannya?'. Kita mau pakai atau konsumsi herbal itu ada antropometri, jadi kita pakai satu ruas jari, satu jempol. Simpelnya dalam 200 cc atau satu gelas itu bisa pakai satu jempol jahe dan satu telunjuk sereh," jelasnya.
Cara Membuat Ramuan Herbal Penambah Imun
Daniel menyarankan metode seduh sebagai cara yang paling simpel untuk mendapatkan manfaat maksimal dari bahan-bahan tersebut. Berikut langkah-langkahnya:
Gunakan satu ruas jempol jahe (bisa jahe emprit atau jahe biasa) dan satu ruas telunjuk sereh. Tambahkan pandan untuk aroma dan gula merah secukupnya sebagai pemanis alami.
Jahe bisa dikupas kulitnya atau dibiarkan (pastikan dicuci sangat bersih jika dengan kulit). Agar aroma lebih kuat dan nikmat, jahe bisa dibakar terlebih dahulu sebelum digeprek.
Masukkan bahan ke dalam teko atau gelas, lalu tuangkan air mendidih.
Diamkan ramuan selama 10-15 menit agar sari-sari herbal keluar maksimal ke dalam air.
Kombinasi jahe dan sereh memiliki khasiat yang spesifik untuk menghadapi musim pancaroba dan ancaman virus. Jahe mengandung senyawa aktif bernama Gingerol dan Shogaol. Secara medis, kedua senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) dan antioksidan yang sangat tinggi.
"Ini bisa untuk menghangatkan badan, melegakan tenggorokan. Jahe itu kan bagus untuk bapil (batuk pilek) dan daya tahan tubuh," tambah Daniel.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Resep Herbal Penguat Imun ala Gen Z, Penangkal 'Super Flu' di Tengah Cuaca Dingin"
