Hagia Sophia

31 January 2026

Ini Kata WHO Terkait Dugaan Penyebab Infeksi Virus Nipah

Virus Nipah di India. (Foto: REUTERS/Stringer)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap risiko penyebaran lebih lanjut infeksi virus Nipah dari kasus-kasus di India tergolong rendah. Diketahui, wabah ini menyebar di negara bagian Benggala Barat, India, yang telah menyebabkan lima kasus infeksi dan sekitar 100 orang dikarantina.

Seorang pejabat WHO mengatakan bahwa India memiliki kapasitas untuk menahan wabah semacam itu, seperti yang telah ditunjukkan selama wabah sebelumnya. Sementara itu, respons kesehatan masyarakat yang direkomendasikan sedang diterapkan bersama oleh tim kesehatan nasional dan negara bagian.

Namun, pejabat WHO mengungkapkan sumber infeksi ini belum sepenuhnya dipahami.

"Ada kemungkinan paparan lebih lanjut terhadap virus Nipah dapat terjadi, mengingat adanya reservoir virus Nipah pada populasi kelelawar di beberapa bagian India dan Bangladesh, termasuk Benggala Barat," kata pejabat tersebut, dikutip dari Global Times.

"Kesadaran masyarakat tentang faktor risiko seperti konsumsi getah pohon kurma perlu diperkuat," sambungnya.

Menurut WHO, ini adalah wabah Nipah ketujuh yang didokumentasikan di India, dan yang ketiga di Benggala Barat sejak tahun 2001.

"Di Benggala Barat, wabah sebelumnya terjadi di distrik Siliguri pada tahun 2001 dan distrik Nadia pada tahun 2007, yang berbatasan dengan Bangladesh, tempat wabah Nipah hampir terjadi setiap tahun. Wabah lainnya dilaporkan di negara bagian selatan Kerala," menurut WHO.

Melihat fenomena ini, sejumlah bandara di Asia termasuk Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, wilayah Taiwan, Thailand, dan Nepal telah memperketat pengawasan kesehatan. Bahkan, pemeriksaan penumpang juga dilakukan menyusul kemunculan virus tersebut.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Buka Suara soal Dugaan Sumber Infeksi Virus Nipah di India"