Hagia Sophia

31 January 2026

Keluhan Ibu Pengganti yang Rahimnya 'Dipakai' untuk Hamil Anak Orang Lain

Foto ilstrasi: Getty Images/iStockphoto/torwai

Seorang ibu tunggal dengan lima anak membagikan kisah pilu di balik pengalamannya sebagai ibu pengganti atau surrogacy mother. Dawn Wickhorst (33) mengaku merasa 'tak terlihat dan sangat kesepian' selama menjalani program tersebut.

Dawn pertama kali memutuskan menjadi ibu pengganti pada 2019 setelah menyadari banyak pasangan yang kesulitan memiliki anak secara alami. Meski begitu, ia menegaskan proses tersebut bukanlah hal yang mudah.

Wanita yang juga berprofesi sebagai fotografer dan orang tua asuh, mengandung bayi untuk dua pasangan berbeda. Ia mengaku menjalani seluruh proses itu seorang diri, sehingga membuatnya merasa sangat terisolasi.

"Sebagai ibu pengganti, kamu adalah bagian yang sangat penting karena kamulah yang mengandung dan melahirkan bayi ini ke dunia," terang Dawn dari Alberta, Kanada.

"Tapi di saat yang sama, kamu juga bukan bagian dari keluarga itu. Saat pasangan tersebut sibuk berbahagia dan bersiap menyambut anggota keluarga baru, kamu justru sendirian," sambungnya dikutip dari Daily Mail.

Dawn mengungkapkan harus mengurus semua anaknya sendiri sambil hamil, mual, dan menghadapi begitu banyak perubahan di tubuhnya. Ia harus menjalani itu dan merasa gejala kehamilan yang dirasakannya lebih berat.

Ia menekankan bagian tersulitnya adalah muncul rasa kesepian. Ada saat-saat Dawn merasa benar-benar 'tidak terlihat'.

"Aku ingat duduk sendirian di ruang tunggu, mengelola emosi besar dalam diam, lalu pulang untuk menjalani tanggung jawab sehari-hari sebagai ibu tunggal, tanpa jeda untuk mencerna apa yang sedang aku bawa, secara fisik dan emosional," bebernya.

Kisah Dawn menyoroti sisi lain dari meningkatnya tren ibu pengganti, termasuk di kalangan selebritis. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka memilih jalur surogasi atau ibu pengganti.

Namun, perhatian terhadap dampak emosional pada perempuan yang mengandung anak mereka dinilai masih minim. Beberapa selebriti yang menggunakan jasa tersebut, seperti Meghan Trainor, Kim Kardashian, Paris Hilton, Priyanka Chopra, hingga Rebel Wilson.

Meski para orang tua sering berbagi kebahagiaan menyambut buah hati, suara para ibu pengganti jarang terdengar. Menurut Dawn, kondisi ini membuat perempuan sepertinya dirinya kerap merasa terabaikan, padahal prosesnya sangat berat secara fisik dan emosional.

Ia mengungkapkan saat pasangan penerima sibuk menantikan kelahiran bayi, dirinya justru harus membagi perhatian antara mengurus anak-anaknya sendiri dan menghadapi gejala kehamilan seperti mual hebat serta nyeri punggung.

Dawn pun mengingatkan calon ibu pengganti agar memiliki sistem dukungan yang kuat agar tidak merasa sendirian.

"Saya menyarankan calon ibu pengganti untuk membangun jaringan dukungan yang solid. Dan ingat, merasa kesepian bukan berarti kamu menyesali perjalanan ini," katanya.

Dawn mengaku mendaftar ke sebuah agen untuk menjadi ibu pengganti. Setelah saling mengenal, mereka sepakat menjadi pasangan resmi.

Ia mulai bersiap menjalani transfer embrio pada Maret 2020. Tetapi, proses tersebut baru bisa dilakukan pada Agustus karena pandemi.

"Dokter memasukkan embrio dengan sangat cepat, lalu menatapku dan berkata 'selamat, kamu hamil'," kata Dawn.

"Rasanya tetap alami karena aku sudah sering hamil. Tapi, aneh juga karena aku tahu aku tidak akan membawa pulang bayi di akhir proses ini," tambahnya.

Di Kanada, ibu pengganti tidak diperbolehkan menerima bayaran. Dawn menjalani proses tersebut secara sukarela tanpa imbalan finansial. Ia menyebut pengalamannya sangat berharga dan tidak kesulitan menyerahkan bayi setelah melahirkan.

Meski begitu, Dawn mengaku tetap merasakan kehilangan saat perjalanan itu berakhir. Ia merasa seluruh hidupnya berputar saat mengandung bayi untuk pasangan tersebut, lalu tiba-tiba semuanya hilang.

Sebagai ibu tunggal, Dawn tidak memiliki pasangan yang bisa mendampinginya melalui masa kehamilan tersulit. Jarak tempat tinggal dengan calon orang tua bayi juga membuat dukungan langsung sulit didapat.

Meski penuh tekanan emosional, ia menegaskan tidak menyesal menjadi ibu pengganti karena memberinya tujuan hidup, bahkan kembali melakukannya pada 2024. Tetapi, setelah tujuh kali hamil, ia merasa tubuhnya sudah 'cukup'.

"Akan sangat luar biasa jika ada lebih banyak layanan untuk ibu pengganti, seperti kelompok dukungan, agar proses ini tidak terasa begitu sepi," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Curhat Wanita Jadi Ibu Pengganti, Rahimnya 'Disewa' untuk Hamil Anak Orang Lain"