Hagia Sophia

31 January 2026

Mungkinkah Virus Nipah Masuk Indonesia Tanpa Terdeteksi?

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca)

India dibuat ketar-ketir oleh kehadiran virus Nipah yang berbahaya. Setidaknya ada lima orang di negara bagian Benggala Barat, India yang sudah dinyatakan positif virus Nipah. Laporan setempat menyebut hampir 100 orang harus dikarantina dan dipantau karena melakukan kontak dengan pasien terinfeksi.

Infeksi virus yang berasal dari kelelawar ini tergolong mematikan. Tingkat kematian yang dilaporkan mencapai lebih dari dua pertiga kasus infeksi. Lalu, bagaimana potensi virus ini sudah masuk di Indonesia?

Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan meski Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus virus Nipah pada manusia, potensi untuk masuk atau tidak terdeteksi selalu ada. Terlebih, hewan kelelawar sebagai perantara virus ini juga banyak bertempat di Indonesia.

"Fakta objektifnya pertama memang belum pernah melaporkan kasus manusia infeksi nipah pada manusia. Tapi ini bukan berarti nggak ada. Ini harus dipahami. Indonesia kan sistem surveillance-nya termasuk kategori lemah, kalau saya harus bicara secara jujur," ujar Dicky pada detikcom, Selasa (27/1/2026).

"Di sisi lain, ancamannya atau risikonya yang menjadi perantara pembawa virus ini atau disebut dengan kelelawar pteropus itu ada di banyak tempat di Indonesia di hutan-hutan Indonesia atau di perbatasan-perbatasan dan perkampungan di Indonesia. Di Indonesia kontak manusia dan satwa tinggi," sambungnya.

Ketika kontak hewan dan manusia begitu dekat, ditambah kerusakan alam yang meluas, Dicky berpendapat ini potensi ini akan selalu ada. Ia juga memperkirakan mungkin saja sebenarnya kasusnya sudah terjadi di Indonesia, tapi tidak sempat ditolong dan dideteksi.

Menurutnya, potensi kasus di Indonesia akan lebih bersifat struktural. Sementara, untuk kasus impor seperti dari orang-orang yang berkunjung dari negara-negara tertentu cenderung sedikit.

Meski demikian, Dicky mengimbau masyarakat untuk panik berlebihan tapi tetap waspada. Potensi untuk menjadi pandemi seperti COVID-19 pun menurut Dicky masih sangat kecil.

Terpenting adalah bagaimana pemerintah nantinya bisa melakukan uji secara spesifik dan mempersiapkan rumah sakit.

"Risiko impor dari India itu ada, tapi sangat rendah. Jadi pengetatan pintu masuk boleh bersifat berbasis risiko. Tapi jangan sampai menimbulkan kepanikan, karena risikonya sebenarnya rendah," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Epidemiolog Bicara Potensi Virus Nipah Masuk Indonesia, Mungkinkah Tak Terdeteksi?"