Hagia Sophia

31 January 2026

Daftar Patogen yang Berpotensi Jadi Pandemi Berikutnya

Ilustrasi virus Nipah (Foto: Getty Images/Manjurul)

Heboh temuan kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India. Laporan setempat menyebutkan hampir 100 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien terinfeksi kini dikarantina dan berada dalam pemantauan.

Di sisi lain, Virus Nipah berasal dari keluarga virus sama dengan campak yang memiliki tingkat penularan tinggi. Terlebih, virus ini termasuk dalam patogen yang berpotensi memicu pandemi berikutnya. Hal ini terungkap melalui daftar yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Juli 2024.

Patogen prioritas tersebut dipublikasikan dalam laporan WHO pada 30 Juli 2024 dan dipilih berdasarkan potensinya memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat global, termasuk pandemi. Penilaian ini didasarkan pada bukti bahwa patogen-patogen tersebut sangat mudah menular, bersifat virulen, serta masih terbatas akses terhadap vaksin dan terapi.

"Daftarnya sangat komprehensif," ujar Neelika Malavige, seorang imunolog dari University of Sri Jayewardenepura, Kolombo, Sri Lanka, yang terlibat dalam penyusunan daftar tersebut. Ia meneliti keluarga virus Flaviviridae, yang mencakup virus penyebab demam berdarah dengue, dikutip dari Nature.

Sebelumnya, WHO telah melakukan dua upaya serupa pada 2017 dan 2018, yang masing-masing hanya mengidentifikasi sekitar selusin patogen prioritas.

"Proses penentuan prioritas ini membantu mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang mendesak untuk ditangani serta memastikan penggunaan sumber daya yang efisien," ujar Ana Maria Henao Restrepo, pimpinan tim WHO R&D Blueprint for Epidemics yang menyiapkan laporan tersebut.

Malavige menambahkan, daftar ini perlu ditinjau ulang secara berkala untuk memperhitungkan berbagai perubahan global, seperti perubahan iklim, deforestasi, urbanisasi, hingga meningkatnya perjalanan internasional.

Upaya WHO juga memperluas cakupan dengan mengidentifikasi patogen berisiko berdasarkan seluruh keluarga virus dan bakteri, bukan hanya satu jenis patogen tertentu. Berikut daftar patogen yang berpotensi menjadi pandemi berikutnya.

Mpox dan Cacar

Lebih dari 200 ilmuwan menghabiskan hampir dua tahun untuk mengevaluasi bukti terhadap 1.652 spesies patogen, yang sebagian besar merupakan virus dan sebagian kecil bakteri.

Di antara lebih dari 30 patogen prioritas tersebut terdapat kelompok virus corona Sarbecovirus, yang mencakup SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19, serta Merbecovirus, yang mencakup virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Daftar sebelumnya hanya mencantumkan virus penyebab SARS dan MERS secara spesifik, tanpa memasukkan seluruh subgenus tempat virus-virus tersebut berada.

Tambahan lain dalam daftar ini adalah virus cacar monyet (mpox), yang menyebabkan wabah global pada 2022 dan hingga kini masih menyebar di beberapa wilayah Afrika Tengah. Virus ini dianggap sebagai patogen prioritas, begitu pula kerabatnya, virus variola, penyebab penyakit cacar, meskipun penyakit tersebut telah diberantas sejak 1980.

Menurut Malavige, karena masyarakat global tidak lagi menerima vaksin cacar secara rutin, kekebalan terhadap virus variola pun menurun. Dalam kondisi tersebut, pelepasan virus yang tidak disengaja berpotensi memicu pandemi. Ia bahkan menyebut virus ini berpotensi digunakan "oleh teroris sebagai senjata biologis".

Influenza dan Bakteri

Beberapa subtipe virus influenza A juga masuk dalam daftar, termasuk subtipe H5 yang telah memicu wabah pada sapi di Amerika Serikat.

Selain itu, WHO menambahkan lima jenis bakteri baru, termasuk strain penyebab kolera, pes, disentri, diare, dan pneumonia.

Virus Hewan Pengerat, Termasuk Nipah

Dua virus yang dibawa hewan pengerat juga dimasukkan karena telah menular ke manusia dengan penularan antarmanusia yang sporadis. Menurut laporan tersebut, perubahan iklim dan peningkatan urbanisasi dapat meningkatkan risiko penularan virus-virus ini ke manusia.

Sementara itu, virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar tetap berada dalam daftar patogen prioritas karena sangat mematikan dan mudah menular pada hewan, serta hingga kini belum tersedia terapi untuk melindungi manusia.

"Banyak patogen prioritas saat ini masih terbatas pada wilayah tertentu, tetapi berpotensi menyebar secara global," ujar Naomi Forrester-Soto, ahli virus dari Pirbright Institute, Inggris, yang juga berkontribusi dalam analisis tersebut. Ia meneliti keluarga Togaviridae, yang mencakup virus penyebab chikungunya.

"Tidak ada satu lokasi pun yang bisa dianggap paling berisiko," katanya.

Patogen 'Prototipe'

Selain daftar patogen prioritas, para peneliti juga menyusun daftar terpisah berisi 'patogen prototipe' yang dapat digunakan sebagai model dalam riset dasar serta pengembangan terapi dan vaksin.

"Langkah ini dapat mendorong lebih banyak penelitian terhadap virus dan bakteri yang selama ini kurang dipelajari," ujar Forrester-Soto.

"Sebagai contoh, sebelum pandemi COVID-19, tidak ada vaksin manusia yang tersedia untuk virus corona," kata Malik Peiris, ahli virus dari University of Hong Kong yang tergabung dalam kelompok riset Coronaviridae.

Menurutnya, pengembangan vaksin untuk satu anggota keluarga virus dapat meningkatkan kesiapan komunitas ilmiah dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat berskala besar. Hal serupa juga berlaku untuk pengobatan, karena banyak antivirus bekerja pada seluruh kelompok virus, bukan hanya satu jenis.

Meski demikian, Forrester-Soto mengingatkan bahwa tidak semua patogen dalam daftar ini pasti akan menyebabkan epidemi. "Sebaliknya, patogen yang belum pernah kita pikirkan justru bisa menjadi ancaman di masa depan," ujarnya.

"Kita hampir tidak pernah berhasil memprediksi patogen berikutnya yang akan muncul."

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Daftar Patogen Mematikan yang Berpotensi Jadi Pandemi, Ada Virus Nipah"