Hagia Sophia

02 February 2026

Antisipasi Virus Nipah, Banyak Negara Mulai Perketat Pintu Masuk

Antisipasi Virus Nipah, Banyak Negara Mulai Perketat Pintu Masuk

Kemunculan dua kasus infeksi virus Nipah di India membuat banyak negara Asia waswas dan meningkatkan pengawasannya. Virus yang dibawa oleh kelelawar buah dan hewan lain seperti babi ini memiliki fatality rate yang tinggi sekitar 40-75 persen.

Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan demam hingga peradangan otak. Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat yang dapat menjadi 'senjata' pencegahan penyebaran virus Nipah.

Kondisi ini membuat negara-negara di Asia meningkatkan kewaspadaan, seperti memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara. Berikut ini adalah beberapa negara yang memperketat pengawasan di wilayahnya:

Singapura

Badan Penyakit Menular Singapura menyatakan pihaknya akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang datang dari wilayah terdampak di India.

"Kami juga menjalin komunikasi dengan mitra kami di Asia Selatan untuk memahami situasi dengan lebih baik. Saat ini sedang diupayakan pembentukan platform global bagi negara-negara untuk melaporkan hasil pengurutan genom dari kasus yang terdeteksi," kata badan tersebut dalam pernyataan resmi dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).

Thailand

Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan telah menetapkan area parkir khusus bagi pesawat yang datang dari wilayah dengan kasus Nipah. Penumpang juga diwajibkan mengisi deklarasi kesehatan sebelum melewati imigrasi.

Malaysia

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemeriksaan kesehatan di pintu masuk internasional, khususnya bagi pelancong dari negara-negara yang dinilai berisiko.

Hong Kong

Juru bicara otoritas bandara Hong Kong mengatakan pihaknya memfasilitasi peningkatan langkah pemeriksaan kesehatan yang diterapkan oleh departemen kesehatan di Bandara Internasional Hong Kong. Pengecekan termasuk pemeriksaan suhu di gerbang kedatangan penumpang dari India.

Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga saat ini belum ada ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Ia mengimbau masyarakat yang bepergian ke wilayah Asia Selatan untuk menjaga gaya hidup bersih dan sehat, serta mengenakan masker.

Menkes mengatakan pihaknya juga akan mempersiapkan alat tes virus Nipah sebagai langkah surveillance.

"Tapi kita sudah mempersiapkan, sudah sosialisasi, dan kita sudah siapin reagen PCR-nya. Sama kayak virus, tesnya pake PCR," ungkap Menkes beberapa waktu lalu.

Vietnam

Vietnam memperketat pengawasan virus Nipah dengan meningkatkan pemeriksaan kesehatan di seluruh pintu perbatasan, termasuk bandara, pelabuhan, dan jalur darat, menyusul laporan kasus di India. Kementerian Kesehatan setempat juga memerintahkan pemantauan ketat terhadap pelaku perjalanan masuk serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi dan menangani kasus suspek sejak dini.

Hingga 28 Januari, Vietnam belum mencatat satu pun kasus, namun pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan global dan berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pakistan

Layanan kesehatan perbatasan di Pakistan atau Border Health Services-Pakistan (BHS-P) meningkatkan pengawasan kesehatan pasca munculnya kasus Nipah di India. Mereka tidak mengizinkan pelaku perjalanan masuk ke wilayah Pakistan bila tidak memiliki surat keterangan sehat dari BHS-P.

"Seluruh penanggung jawab di titik masuk wajib memastikan pemeriksaan 100 persen terhadap semua penumpang yang datang, penumpang transit, awak pesawat, pengemudi, asisten, serta staf pendukung," kata mereka dikutip dari Arab News.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Virus Nipah Bikin Ketar-ketir, Banyak Negara Asia Mulai Jaga Ketat Pintu Masuk"