![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/puhimec) |
Pijat sering dianggap sebagai solusi masuk akal bagi mereka yang memiliki varises dan mulai muncul gejala seperti kaki terasa pegal-pegal, berat, dan berurat. Hal ini dianggap dapat membantu memperlancar peredaran darah yang 'mengendap'.
Padahal, menurut spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular, dr Ankri Hakam SpBTKV FIATCVS dari BraveHeart di RS Brawijaya Saharjo pijat varises sangatlah tidak disarankan.
"Justru pijat itu sangat amat tidak disarankan oleh pasien varises," tegas dr Ankri kepada detikcom, Kamis (29/1/2026).
Hal ini karena pijat tersebut biasanya memberikan tekanan yang kuat di pembuluh darah, sehingga bisa berdampak pada varises itu robek atau pecah.
"Komplikasi lanjutan dari varises itu bisa membuat adanya bekuan darah. Bayangkan bekuan darah ini di varises, ketika dipijat, lepas, kemudian dia migrasi lari ke jantung, ke paru-paru," kata dr Ankri.
"Kalau misalnya itu terjadi, yang fatal bisa menyebabkan pulmonary embolism. Itu bahkan bisa menyebabkan sudden death atau kematian mendadak," sambungnya.
dr Ankri menambahkan hal ini juga berlaku kepada 'salep varises' yang banyak dianggap dapat membantu menghilangkannya. Padahal, salep hanya bisa membantu mengurangi gejala.
"Salep ini tuh hanya bisa meredakan gejala yang muncul dari varises. Gejalanya seperti gatal, panas, itu mungkin bisa dikurangi gejalanya, tapi tidak bisa menyembuhkan varisesnya," kata dr Ankri.
"Jadi salep atau pijat itu amat sangat tidak disarankan," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Ingatkan Kaki Pegal karena Varises Jangan Dipijat, Begini Efeknya ke Jantung"
