![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Lauren DeCicca) |
Beberapa waktu terakhir, temuan kasus virus Nipah di India menjadi perhatian banyak negara, termasuk di Indonesia. Infeksi virus Nipah bisa berakibat fatal dengan angka kematian mencapai 75 persen.
Kondisi ini diakibatkan oleh belum adanya vaksin dan obat yang spesifik untuk mengatasi masalah virus Nipah. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof dr Dominicus Husada, SpA, Subsp IPT, menjelaskan virus Nipah dapat menular melalui hewan babi atau kelelawar buah.
Menurutnya, kelelawar buah menjadi sumber penularan yang paling mungkin terjadi. Apabila seseorang tidak sengaja mengonsumsi buah yang terkontaminasi liur atau urine kelelawar yang terinfeksi, maka orang tersebut dapat terinfeksi Nipah.
"Dengan cara penularan seperti ini, yang paling rentan itu peternak babi, petugas peternak babi, pengumpul nira atau aren di kita kan banyak, atau buah-buah lain yang kemungkinan sudah dikonsumsi oleh kelelawar buah," ungkap Prof Husada dalam konferensi pers IDAI, Kamis (29/1/2026).
Kelompok rentan lainnya adalah petugas kesehatan yang melakukan perawatan pasien, hingga keluarga yang ikut merawat. Prof Husada mengungkapkan infeksi virus Nipah tidak separah ebola yang bisa menembus kulit yang sehat, bahkan tanpa luka.
Selain itu, Prof Husada mengatakan anak juga menjadi kelompok yang rentan terinfeksi Nipah. Biasanya anak dapat terinfeksi melalui jalur merawat keluarga atau makan buah-buahan terkontaminasi.
Terkadang, anak-anak suka makan buah sembarangan yang sudah terjatuh di tanah saat bermain atau tidak sadar buah sudah dimakan oleh kelelawar.
"Petugas kesehatan yang melakukan perawatan. Tapi ini tidak semenakutkan ebola, kalau ebola itu memang luar biasa, itu mampu menembus kulit utuh, jadi walaupun kita dalam kondisi sehat, kulit kita tidak ada lecet atau lesi, itu tatp bisa diterobos, nipah tidak sekuat itu," jelas Prof Husada.
"Kemudian orang yang melakukan lab, memeriksa darah, itu juga bisa. Atau keluarga dan kerabat yang merawat pasien. Saya kira kalau anak-anak, selain pada keluarga karena masalah buah-buahan tadi," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Virus Nipah di India, IDAI Ungkap Kelompok Paling Rentan Terinfeksi"
