Hagia Sophia

10 February 2026

Beberapa Penyebab Rasa Lapar Kembali Muncul Walau Sudah Makan

Foto ilustrasi: Thinkstock

Tubuh membutuhkan asupan makanan untuk menghasilkan energi. Wajar jika akan merasa lapar lagi dalam beberapa jam setelah makan.

Namun, jika kamu sering merasa lapar sekalipun setelah makan, hal ini mungkin ada masalah yang berkaitan dengan kesehatan.

Rasa lapar terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan nutrisi tertentu, seperti protein, serat, atau lemak. Selain faktor makanan, pola tidur dan tingkat stres juga memegang peran kunci dalam mengontrol nafsu makan.

Ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD, menjelaskan rasa lapar fisik biasanya muncul dua jam setelah makan terakhir.

"Anda merasakan tanda fisik seperti perut keroncongan, energi menurun, hingga merasa atau gelisah," jelas Zumpano dikutip dari Cleveland Clinic.

Namun, Zumpano mengingatkan adanya 'lapar emosional' yang dialami sekitar 90 persen orang.

"Jika Anda spesifik menginginkan cokelat atau keripik, itu bukan lapar. Anda hanya mencari makanan untuk memenuhi emosi," sambungnya.

Berikut delapan alasan seseorang bisa merasa lapar lagi, meski sudah makan:

1. Kurang Asupan Protein
Protein, karbohidrat, dan lemak adalah tiga makronutrien utama. Protein berfungsi memperlambat laju glukosa, sehingga energi dilepaskan secara bertahap.

"Saat protein dipadukan dengan karbohidrat kompleks. Anda akan merasa lebih tenang dan puas," tutur Zumpano.

Selain daging, protein juga bisa didapatkan dari telur, susu, tahu, hingga kacang-kacangan.

2. Kurang Tidur
Tidur 7-9 jam sehari sangat krusial. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.

Tubuh lelah sering kali mengirimkan sinyal lapar, padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah istirahat.

3. Terlalu Banyak Karbohidrat Olahan
Makanan dari tepung terigu atau beras putih, termasuk kue dan permen, cepat meningkatkan gula darah, tetapi juga cepat menurunkannya.

"Saat lelah, kita cenderung mencari gula untuk energi instan, bukan sumber energi alami," lanjutnya.

4. Diet Rendah Lemak Sehat
Lemak sehat seperti omega-3 pada ikan salmon, kenari, atau biji rami membantu mengendalikan nafsu makan. Jika kekurangan lemak, tubuh akan terus menagih karbohidrat dan gula.

5. Kurang Sehat
Serat dari buah, sayuran, dan oat berfungsi merangsang hormon penekan nafsu makan.

"Serat mengembang di perut dan merangsang perasaan kenyang lebih cepat," tutur Zumpano.

6. Makan Sambil Teralihkan (Distracted Eating)
Makan sambil menonton atau bermain ponsel membuat otak tidak mencatat aktivitas makan dengan benar. Untuk menghindarinya, Zumpano menyarankan kontrol porsi yang ketat sebelum seseorang mulai makan sambil melakukan aktivitas lain.

7. Dehidrasi
Sering kali, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sebelum mencari camilan, pastikan kebutuhan air putih harian yaitu 1,9 liter terpenuhi.

8. Faktor Stres
Banyak orang melarikan stres ke makanan atau stress eating. Zumpano menyarankan teknik pernapasan dalam, berjalan kaki menghirup udara segar, atau melakukan hobi, seperti membaca untuk meredakan stres tanpa melibatkan kalori tambahan.

Memang merasa lapar adalah hal normal karena tubuh butuh energi. Tetapi, jika sering merasa lapar, Zumpano menyarankan untuk makan dalam porsi kecil setiap 2-3 jam dengan pilihan makanan utuh (whole food).

"Carilah camilan seperti telur rebus, apel dengan selai kacang, atau biskuit gandum yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan protein," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Perut Masih Lapar Meski Sudah Makan? Mungkin Ini Biang Keroknya"