![]() |
| Ilustrasi hamil kembar. Foto: Getty Images/iStockphoto/janulla |
Menurut ilmuwan Israel, 50% umur manusia sudah ditentukan sejak di kandungan. Gen adalah faktor terbesar berapa lama manusia akan hidup.
"Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," kata penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel.
Genetik nampaknya berperan bagai pisau bermata dua dalam hal umur panjang. Cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.
Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.
"Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen," ujar Shenhar.
Lebih lanjut, studi sebelumnya menggunakan gen dari kembaran di Swedia dan Denmark dari abad ke-19. Kemudian diadakan penelitian terbaru yang mencoba menghitung faktor yang mempengaruhinya.
Di penelitian itu, ada kembaran yang meninggal dengan usia jauh berbeda. Kembaran satu meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembaran lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.
Dari temuan itu, terungkap salah satu faktor kematian selain genetik adalah faktor mortalitas ekstrinsik, yaitu faktor lain dari luar tubuh. Sebelumnya, faktor ini tidak diperhitungkan, termasuk kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.
Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.
Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Kendati demikian tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.
"Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Peneliti Israel: 50% Umur Manusia Ditentukan Sejak di Kandungan"
