Hagia Sophia

10 February 2026

Menkes Bangun RS Canggih di Daerah Terpencil yang Bisa Layani Pasien BPJS

Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan perkembangan terbaru Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo dalam pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di 66 kabupaten/kota, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

"Untuk 66 rumah sakit ini dipastikan seluruhnya 100 persen melayani pasien BPJS," ujar BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam paparan terbaru Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (6/2/2026)

Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari-Juni 2025. Hinga akhir Februari 2026, sekitar 16 rumah sakit dalam tahap penyelesaian. Sisanya, diharapkan rampung pada Maret-April 2026.

"Ini namanya quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar," tegasnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, menjelaskan bahwa melalui Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit, Kemenkes mendorong peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

"Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya," ujar dr. Azhar.

Sementara itu, pada tahun 2026, Kemenkes akan melanjutkan peningkatan kualitas rumah sakit di 20 kabupaten/kota lainnya. Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.

Selain pembangunan infrastruktur, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi lanjut, seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. Penguatan juga dilakukan pada aspek SDM kesehatan, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.

"Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah," tutup dr Azhar.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Bangun 66 RS Canggih di Daerah Terpencil, Janji Bisa Layani Pasien BPJS"