![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage |
Meski pandemi besar telah berlalu, istilah 'Disease X' kembali mencuat sebagai peringatan bagi dunia untuk tetap waspada. Pakar penyakit menular memperingatkan bahwa beberapa virus saat ini memiliki potensi untuk menyebar secara luas dan tidak terduga sepanjang tahun 2026.
Patrick Jackson, pakar penyakit menular dari University of Virginia, menyebutkan bahwa kombinasi antara pemanasan global dan mobilitas manusia yang tinggi mempercepat pertemuan manusia dengan virus-virus baru.
Mengutip The Conversation, berikut adalah tiga virus yang menjadi sorotan utama para ahli di tahun 2026:
1. Influenza A (Flu Burung H5)
Virus ini menjadi perhatian serius setelah pertama kali ditemukan pada sapi perah di Amerika Serikat dan mulai menginfeksi manusia. Hingga awal 2026, otoritas kesehatan mencatat adanya kasus infeksi pada pekerja peternakan, termasuk kasus kematian.
Meskipun saat ini risiko terhadap masyarakat umum dinilai masih rendah karena belum ada penularan antarmanusia, para ilmuwan khawatir virus ini bisa bermutasi.
"Kemampuan virus ini menginfeksi berbagai jenis spesies adalah tanda patogen berbahaya yang bisa memicu pandemi," jelas pakar epidemiologi Derek Cummings.
2. Mpox Varian Baru
Mpox masih menjadi ancaman nyata, terutama dengan munculnya varian Klade Ib yang menyebar lebih cepat. Setelah mewabah di Afrika, varian ini mulai terdeteksi di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir 2025.
Mpox menyebabkan demam dan ruam kulit yang sangat menyakitkan. Meski vaksin sudah tersedia, belum ada pengobatan spesifik untuk mematikan virus ini setelah menginfeksi tubuh. Para ahli memprediksi akan ada penambahan kasus internasional di tahun 2026 akibat perjalanan antarnegara.
3. Virus Oropouche (Demam Sloth)
Mungkin terdengar asing, namun virus Oropouche, yang sering disebut 'demam sloth' kini mulai keluar dari wilayah Amazon. Virus ini ditularkan melalui gigitan serangga kecil (agas) dan telah menyebabkan kematian pertama di Brasil serta mulai masuk ke Eropa.
Yang mengkhawatirkan, virus ini diduga dapat menular dari ibu ke janin dan dikaitkan dengan kasus mikrosefali (bayi lahir dengan kepala kecil). Hingga kini, belum ada vaksin atau obat khusus untuk menangani infeksi Oropouche, sehingga WHO menempatkannya dalam daftar riset prioritas.
Penyakit Lama yang "Bangkit" Kembali
Selain ketiga virus di atas, para ahli juga memperingatkan bangkitnya penyakit yang sebenarnya sudah bisa dicegah, yaitu campak. Akibat penurunan angka vaksinasi di berbagai negara, campak kembali mewabah dan membuat beberapa negara kehilangan status bebas campak pada tahun ini.
"Kewaspadaan terhadap ancaman virus baru maupun lama, serta pengembangan vaksin, adalah kunci untuk menjaga kita semua tetap aman di tahun 2026," tutup Jackson.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada 'Disease X', Ahli Penyakit Menular Soroti Virus yang Jadi Ancaman di 2026"
