Hagia Sophia

05 February 2026

'Jantung Bocor' dan Kaitannya dengan Stroke di Usia Muda

Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491

Penyakit stroke sering kali dikaitkan dengan penyakit orang tua atau mereka yang memiliki riwayat darah tinggi dan kolesterol. Namun, kasus stroke di usia muda juga bisa berkaitan dengan penyakit jantung bawaan.

Secara medis, salah satu jenis jantung bocor yang kerap memicu stroke pada usia produktif adalah Patent Foramen Ovale (PFO). Ini adalah kondisi di mana lubang kecil pada sekat jantung tidak menutup sebagaimana mestinya setelah bayi lahir.

Kisah Airin: Stroke di Usia 32 Tahun

Kisah ini dialami oleh Airin, seorang wanita berusia 32 tahun di Jakarta Selatan. Di usianya yang masih produktif, ia mengalami serangan stroke. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam, dokter menemukan bahwa penyebab strokenya bukan karena gaya hidup yang buruk, melainkan adanya PFO.

Lubang pada jantung tersebut menjadi jalur bagi gumpalan darah kecil dari bagian tubuh lain untuk langsung menuju otak, tanpa melalui proses penyaringan di paru-paru. Hal inilah yang memicu penyumbatan pembuluh darah di otak atau stroke.

Demi mencegah serangan berulang, Airin memutuskan untuk menjalani prosedur operasi penutupan PFO.

"Jadi biar gumpalan darahnya nggak lari ke otak yang menyebabkan stroke gitu," ujar Airin menceritakan alasannya menjalani tindakan medis tersebut.

Alasan 'Jantung Bocor' Picu Stroke

Dikutip dari Harvard Health, normalnya, jaringan pembuluh darah di paru-paru bertugas sebagai "penyaring" yang menangkap dan menghancurkan gumpalan darah kecil agar tidak beredar ke seluruh tubuh. Namun, pada pemilik jantung bocor (PFO), proses penyaringan ini terlewati.

Darah dari serambi kanan dapat bocor langsung ke serambi kiri tanpa melewati paru-paru. Jika darah tersebut mengandung gumpalan (clot), gumpalan itu akan langsung meluncur ke arteri otak dan menyebabkan penyumbatan (stroke iskemik).

"Semakin besar ukuran lubang PFO, semakin tinggi pula risiko stroke yang dihadapi pasien," kata Dr MingMing Ning, pakar neurologi dari Massachusetts General Hospital.

PFO sering kali tidak terdeteksi karena jarang menimbulkan gejala fisik yang nyata. Kebanyakan orang baru menyadarinya setelah mengalami stroke mendadak atau migrain yang sangat parah.

"PFO memungkinkan zat berbahaya yang tidak tersaring masuk ke sirkulasi darah, yang mempermudah terbentuknya gumpalan," jelas Dr Ning.

Oleh karena itu, bagi usia muda yang mengalami gejala stroke seperti bicara pelo, mati rasa mendadak, atau kelemahan anggota gerak, pemeriksaan jantung melalui echocardiogram sangat disarankan untuk mendeteksi adanya kebocoran ini sejak dini.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Kondisi 'Jantung Bocor' dan Kaitannya dengan Stroke pada Usia Muda"