Hagia Sophia

13 February 2026

Studi: Minum Kopi dan Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Demensia

Foto: Getty Images/Serhii Sobolevskyi

Kabar baik buat yang suka minum kopi dan teh di pagi hari. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah yang tepat ternyata berkaitan dengan penurunan risiko demensia atau pikun di masa tua.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard University. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 131 ribu tenaga kesehatan selama 43 tahun, terungkap takaran yang dianggap paling efektif untuk menjaga kesehatan kognitif.

Untuk kopi berkafein, disarankan minum 2-3 cangkir dalam sehari demi menurunkan risiko demensia sebesar 18 persen. Sementara teh, disarankan untuk minum 2 cangkir sehari agar menurunkan risiko sebesar 16 persen.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA, manfaat ini tidak ditemukan pada mereka yang mengonsumsi kopi tanpa kafein atau decaf. Bagi mereka yang mengonsumsi kopi dan teh dalam jumlah terbanyak juga menunjukkan penurunan fungsi kognitif yang jauh lebih lambat.

Rahasia di Balik Kopi dan Teh yang Bisa Turunkan Risiko Demensia

Kuncinya ada pada kandungan polifenol dan senyawa kimia tumbuhan yang bernama flavonoid. Selain untuk otak, penelitian sebelumnya juga menyebutkan minuman ini mampu melindungi organ jantung, hati, hingga mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

Dr Yu Zhang dari TH Chan School of Public Health, Harvard University menjelaskan karena kopi dan teh dikonsumsi secara luas, hubungan sederhana ini bisa berdampak besar bagi kesehatan masyarakat dunia.

"Kami mengamati hubungan yang paling menguntungkan pada tingkat asupan moderat, hubungan terkuat terlihat pada sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari dan sekitar satu hingga dua cangkir teh per hari," ungkap Dr Zhang, dikutip dari The Sun.

"Kami tidak mengamati manfaat tambahan pada tingkat asupan yang lebih tinggi," tambahnya.

Meski hasilnya baik, para ahli meminta masyarakat untuk tetap bijak. Dr Susan Kohlhaas dari Alzheimer's Research UK mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional, yang berarti hanya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa kopi secara langsung mencegah demensia.

"Penelitian ini tidak membuktikan bahwa kopi atau teh melindungi otak. Studi ini menunjukkan hubungan, bukan hubungan sebab-akibat," tegas Dr Kohlhaas.

Ia menambahkan, gaya hidup lain dari para pecinta kopi mungkin juga turut memengaruhi kesehatan otak mereka.

Demensia merupakan kondisi yang ditandai dengan masalah ingatan, kesulitan berpikir, serta gangguan bahasa yang memburuk seiring waktu. Menjaga kesehatan otak sejak dini melalui asupan nutrisi dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama sebelum gejala pikun menyerang.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kata Studi Harvard, Minum Kopi dan Teh Seperti Ini Bisa Turunkan Risiko Demensia"