Hagia Sophia

23 September 2022

Benarkah Utang Garuda Tinggal Separuh? Ini Infonya

detikcom

Kementerian Keuangan mengklaim utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk turun setelah restrukturisasi dilakukan. Tidak tanggung-tanggung saat ini utang Garuda diklaim berkurang 50%.

Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban memaparkan pada awalnya utang Garuda berkisar sekitar US$ 10,1 miliar. Kini, utang tersebut sudah turun jadi hanya US$ 5,1 miliar saja.

Bila dirupiahkan dengan kurs terkini, artinya utang Garuda pernah melonjak ke angka Rp 151 triliun (dalam kurs Rp 15.000). Kini turun menjadi hanya Rp 76,5 triliun.

"Setelah restrukturisasi terjadi, maka total utang perseroan secara konsolidasi menurun dari US$ 10,1 miliar menjadi US$ 5,1 miliar. Jadi secara keseluruhan turun 50%," ungkap Rionald dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (22/9/2022).

Rionald memaparkan sejauh ini Garuda sudah melakukan banyak hal untuk memperbaiki keuangannya. Mulai dari konsolidasi rute, mengurangi pesawat, hingga menggenjot bisnis kargonya.

Dia pun mengatakan kemungkinan Garuda akan memperoleh laba pada laporan keuangannya akhir tahun ini. Setidaknya, dalam paparannya diperkirakan Garuda bakal mencetak laba hingga US$ 6,47 juta.

"Kalau kita lihat performa keuangannya untuk 2022 diharapkan Garuda masih bisa laba walaupun catatan laba di situ adalah karena bagian dari hasil rencana restrukturisasi finansial," ungkap Rionald.

Garuda sendiri akan disuntik PMN tahun ini dengan nilai sebesar Rp 7,5 triliun. Hal itu akan dilakukan dengan metode rights issue.

Rionald menjelaskan uang sebesar itu lebih banyak akan digunakan untuk urusan maintenance dan restorasi armada, jumlahnya mencapai Rp 4,5 triliun. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, dengan rincian Rp 1,73 triliun untuk bahan bakar, Rp 900 miliar untuk biaya sewa pesawat, dan Rp 370 miliar untuk biaya restrukturisasi.






















Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul "Utang Garuda Diklaim Tinggal Separuh, Ini Buktinya"