Hagia Sophia

23 September 2022

Kekawatiran Terjadinya Resesi di AS Semakin Meningkat

Foto: AP/Alex Brandon, detikcom

Sejumlah indikator yang mencerminkan kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS) periode Agustus mengalami penurunan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran kemungkinan terjadinya resesi di negeri Paman Sam itu.

Jarak AS dengan resesi kian dekat. Bila menggunakan istilah slang, tinggal 'selemparan kolor' yang menunjukkan begitu dekatnya AS dengan jurang resesi.

Dikutip dari CNN disebutkan Leading Economic Index tercatat menurun. Indeks ini mencatat aktivitas di pasar kerja, manufaktur, pasar keuangan sampai perumahan yang bisa memprediksi kapan resesi akan terjadi.

Direktur di The Conference Board Ataman Ozyildirim mengungkapkan penurunan ini sudah terjadi selama 6 bulan.

"Aktivitas ekonomi akan terus melambat dan meluas di seluruh wilayah AS kemungkinan besar akan terus terkontraksi. Pendorong utamanya adalah pengetatan kebijakan moneter yang cepat demi melawan inflasi," kata dia dikutip dari CNN, Jumat (23/9/2022).

Biro Riset Ekonomi Nasional AS menyatakan jika resesi akan terjadi jika indikator ekonomi menurun signifikan. Ekonom Oxford Economics Gurleen Chadha mengungkapkan jika perusahaan harus berupaya untuk menggenjot pertumbuhan lapangan kerja.

Memang, kekhawatiran resesi ini semakin kuat setelah adanya inflasi yang tinggi, kenaikan bunga yang cepat dan merosotnya produk domestik bruto (PDB) selama kuartal I tahun 2022.

Sejumlah ekonom juga menyebut jika saat ini pasar tenaga kerja masih lebih kuat untuk perekonomian AS. Tapi jika memang ada resesi, perusahaan akan melakukan PHK, namun laporan perekonomian belum menunjukkan tanda-tanda tersebut.

























Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul "AS Tinggal 'Selemparan Kolor' ke Jurang Resesi"