Hagia Sophia

30 September 2022

Cat Rambut Bisa Sebabkan Leukemia? Ini Penjelasan Ahli

Foto: iStock

Mewarnai rambut seperti sudah menjadi tren muda-mudi saat ini. Mereka bahkan rela merogoh kocek yang tidak murah hanya untuk bereksperimen dengan warna rambutnya.

Namun apakah mewarnai rambut aman untuk kesehatan?

Belakangan, viral curhatan seorang wanita yang terdiagnosa leukimia yang diduga karena kebiasaannya mengganti warna rambut. Hobinya ini membuatnya terpapar dengan zat kimia yang ada dalam cat rambut sehingga ia menduga hal tersebut memicu dirinya terkena leukemia.

Terkait hal ini, spesialis kanker spesialis penyakit dalam subspesialis Hematologi-Onkologi (kanker) Prof drf Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, mengatakan tidak ada bukti langsung yang menyimpulkan cat rambut menjadi pemicu leukemia.

"Cat rambut tidak merupakan faktor yang signifikan untuk leukemia," kata Prof Zubairi kepada detikcom, Kamis (29/9/2022).

Memang ada beberapa jurnal internasional yang membahas mengenai kaitan antara cat rambut dan risiko leukemia. Namun, kesimpulan penelitian tersebut menyebutkan belum ada kaitan langsung antara keduanya.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko leukemia menurut Prof Zubairi salah satunya radiasi dari pajanan nuklir. Terbukti banyak korban ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang mengidap leukemia beberapa tahun setelah kejadian tersebut.

Senada, spesialis onkologi dr Noorwati Sutandyo, SpPD-KHOM, dari RS Kanker Dharmais mengatakan walau paparan zat kimia merupakan faktor risiko kanker pada pemakaian terus menerus, cat rambut bukan merupakan faktor utama penyebab leukemia.

"Terjadinya kanker membutuhkan multifaktor. Apakah pewarna rambut bisa kena kanker, belum tentu juga. Tapi bahwa dia faktor risiko, jawabannya ya," beber dr Noorwati.

Beberapa faktor risiko leukemia antara lain:
  • Paparan radiasi
  • Merokok
  • Riwayat keluarga
  • Mutasi genetik
  • Riwayat down syndrome




















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Cat Rambut Bisa Bikin Leukemia? Ini Penjelasan Ahli Kanker"