Hagia Sophia

15 September 2022

IHSG Dibuka Menguat 64,29 Poin (0,88%) ke Level 7.311

detikcom

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berbalik arah. Setelah kemarin melemah, IHSG pagi ini dibuka di zona hijau.

Dikutip dari data RTI, Kamis (15/9/2022), saat pembukaan IHSG tercatat menguat 64,29 poin atau 0,88% ke level 7.311.

Sepuluh menit setelah perdagangan saham dibuka, IHSG masih melanjutkan penguatansebanyak 61 poin atau 0,84% ke level 7.339.

Penguatan IHSG sejalan dengan penguatan mayoritas bursa Asia seperti Nikkei 225 Index yang menguat 102 poin atau 0,37% ke 27.921. Ada juga Hang Seng Index yang menguat 135 poin atau 0,72% ke 18.982.

Sejumlah sentimen bahakal mewarnai laju IHSG hari ini. Financial Expert Ajaib Sekuritas, M. Julian Fadli mengungkapkan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini adalah Pemerintah menyatakan kenaikan harga komoditas telah menambah penerimaan pajak hingga Rp174 triliun sepanjang tujuh bulan pertama 2022. Sejak Maret 2022, pertumbuhan penerimaan pajak terus berada di atas 50%. Sementara itu, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp928,1 miliar hingga Juli 2022. Adapun, aset kelolaan LMAN saat ini juga mencapai 288 aset properti. Dari 288 aset properti tersebut, asset properti yang didayagunakan adalah sebanyak 76 aset.

Dari mancanegara, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Agustus 2022 yang naik menjadi 8,3% YoY dan di atas ekspektasi tersebut terdorong oleh harga sewa properti yang naik signifikan. Departemen Tenaga Kerja AS mencatatkan biaya sewa tempat tinggal naik hingga 0,7% pada Agustus 2022 dibanding bulan sebelumnya dan merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak 1991. Sementara itu, Kantor Statistik Nasional Inggris mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 9,9% YoY pada periode Agustus 2022. Angka tersebut mengindikasikan bahwa inflasi segera mencapai puncaknya karena di bawah estimasi.





















Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul "IHSG Menguat Mengekor Bursa Asia, Intip Juga Nih Deretan Saham yang Bisa Cuan"