Hagia Sophia

30 November 2022

Ini Kelompok Paling Rentan terinfeksi HIV

Hari AIDS Sedunia 2022 (Foto: iStock)

Human Immunodefiency Virus atau HIV merupakan suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat membuat tubuh menjadi lemah sehingga rentan terserang penyakit. Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention, jika HIV ini tidak diobati dapat menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Di Indonesia, kasus HIV-AIDS disebut mengalami peningkatan. Hal ini diucapkan oleh Ketua Tim Kerja Perilaku Bumil, Anak, dan Remaja Kemenkes, Dra Herawati, MA.

"Program HIV-AIDS ini memang masih cukup banyak upaya yang dilakukan terutama ini semakin meningkat, terutama untuk ibu hamil dan anak. Inilah yang harus diberikan edukasi," ucapnya ketika menghadiri acara Fight for Access Accelerator di daerah Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Kelompok Rentan HIV-AIDS

Herawati menyebut masyarakat usia produktif menjadi kelompok rentan terkena HIV-AIDS. Hal ini terjadi karena pada usia tersebut mereka masih aktif dalam melakukan kegiatan.

"(Kelompok rentan) itu usia produktif ya. Itu sekitar di atas 19 sampai 59 tahun," ujarnya.

"Kadang-kadang mahasiswa bisa kena atau pekerja yang masih aktif, itu juga banyak," lanjutnya.

Menurutnya, bagi mereka yang rentan terkena HIV-AIDS diperlukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan rutin.

HIV-AIDS ini juga dapat terjadi pada ibu hamil. Hal ini dapat membuat sang bayi ikut tertular. Terkait hal tersebut, Herawati meminta untuk para calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

"Ini kan penularan bisa dari ibu hamil ke anak, nah itu yang harus diedukasi. Para catin (calon pengantin) itu harus melakukan pemeriksaan kesehatannya dulu," kata Herawati.

Upaya ini dilakukan sebagai salah satu cara mencegah meningkatnya kasus HIV-AIDS yakni dengan memperkecil risiko penularannya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Beberkan Kelompok Paling Rentan Kena HIV, Mahasiswa Termasuk?"