Hagia Sophia

08 March 2024

Penyanyi Asal AS Ini Melukat di Bali

Penyanyi Amerika Serikat, Usher, melukat di Bali. (Foto: dok. Istimewa)

Penyanyi asal Amerika Serikat, Usher Terrence Raymond IV, tengah liburan di Bali pada Minggu (3/3/2024). Ia terlihat mengunjungi satu tempat melukat di Taman Penglukatan Pancoran Solas, Desa Sangeh, Badung, Bali.

Tak ada yang menyadari kedatangan Usher ke tempat itu. Terlihat pria 45 tahun itu sedang melakukan proses melukat, yakni pembersihan jiwa dengan membasuh badan.

"Malah kami tahunya dari medsos. Kaget juga ada penyanyi luar (negeri) ke sini, kami nggak sadar," kata staf Taman Mumbul Penglukatan Pancoran Solas, Ngurah Wimba, yang dikutip dari detikBali, Kamis (7/3/2024).

"Wajahnya (Usher) seperti turis umumnya," sambungnya.

Melukat merupakan proses pembersihan jiwa asal Bali dengan basuhan air. Lebih dalam dari itu, melukat atau yang juga disebut 'purifying' sebenarnya diartikan sebagai pembersihan jiwa dan pikiran untuk membantu jiwa melepaskan trauma.

Soal Melukat dan Melepaskan Trauma dari Sisi Psikologis

Psikolog klinis dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Annelia Annelia Sari Sani menjelaskan, trauma yang dialami seseorang bisa dapat meninggalkan 'sisa' pada tubuh.

"Trauma yang sifatnya menimbulkan kemarahan itu biasanya ada di sistem dermatitis, jadi kalau orang mengalami trauma atau ada trauma keturunan, trauma warisan (atau) keluarga yang sifatnya mempermalukan keluarga, biasanya lebih rentan secara kulitnya. Gampang mengalami dermatitis, eksim. Jejaknya banyak sekali," jelas Anne beberapa waktu lalu.

Menurut Anne, kondisi psikologi ini sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik. Kesehatan psikologis yang tidak baik bisa mempengaruhi kesehatan tubuh. Salah satu di antaranya adalah bisa menyebabkan sesak napas.

"Kalau seseorang punya masalah psikologis dia tertekan sekali terus-terusan, ada tuntutan sangat besar yang dia rasa tidak bisa dia lakukan atau dia hadapi, pasti muncul keluhan fisik," ucapnya.

"(Seperti) sesak napas, gampang deg-degan, atau ada orang-orang tertentu yang kalau tekanannya sangat besar terjadi merah-merah gatal," kata Anne.

Anne meyakini, penanganan trauma yang baik dari ranah psikologis, medis, hingga budaya layaknya prosesi melukat bisa berkontribusi memulihkan seseorang dari luka trauma. Ia juga menegaskan bahwa trauma yang tidak kunjung sembuh akan membatasi kemampuan seseorang.

Maka dari itu, upaya pemulihan diri dari luka trauma sebenarnya sangat penting.

"Trauma itu sifatnya disabling, menyebabkan kita yang tadinya able (mampu) menjadi tidak berdaya. Makanya trauma itu harus amat sangat disadari, awareness tentang trauma itu harus sangat ditanamkan, sehingga kita bisa mengurangi pain and suffering-nya, mencari cara untuk tetap kembali bisa resilient, membaik balik menjadi tangguh. Karena betapa sebenarnya dampak trauma, masalah kesehatan mental ini kemana-mana," pungkasnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyanyi AS Usher Melukat di Bali, Ternyata Ini Manfaatnya dari Sisi Psikologis"