Hagia Sophia

20 September 2022

Kisah Unik Warga yang Ingin Melihat Pemakaman Ratu Elizabeth II

YouTube Channel The Royal Family Channel

Cerita unik warga demi melihat pemakaman Ratu Elizabeth II di Inggris bikin geleng-geleng. Ada yang rela berjalan kaki 14 jam hingga berkemah.

Diketahui, Jenazah Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall sejak Rabu (14/9) waktu setempat, dengan ratusan ribu orang rela mengantre selama berjam-jam untuk bisa melihat langsung peti jenazah dan memberikan penghormatan terakhir.

Pada Senin (19/9) pagi waktu setempat, jenazah mendiang Ratu Inggris itu akan dibawa dengan kereta meriam dari Westminster Hall menuju Westminster Abbey, sebelum dibawa ke Kastil Windsor dengan mobil jenazah untuk dimakamkan.

Iring-iringan peti jenazah akan melewati Istana Buckingham dan Hyde Park Corner, yang ada di seberang Wellington Arch.

Jalan Kaki 14 Jam

Kisah unik pertama datang dari mahasiswa Malaysia bernama Ian Soh. Dilansir The Star, Senin (19/9), Ia dan teman-temannya memutuskan berangkat pada Jumat (16/9) dini hari, sekitar pukul 02.00 waktu setempat, dari Wandsworth.

Soh dan teman-temannya bermaksud menghindari keramaian agar tidak memakan banyak waktu, namun ternyata perjalanan yang mereka tempuh berlangsung lebih lama dari perkiraan dan akhirnya malah menjadi pengalaman yang tidak terbayangkan.

Dituturkan Soh bahwa banyak orang telah mengantre di sekitar Waterloo Bridge hingga mencapai Tower Bridge. "Kita harus mengikuti sepanjang jalan ke belakang untuk bergabung dengan antrean," tuturnya.

"Itu menantang baik secara psikologis maupun secara fisik, mengingat bagaimana angin yang dingin dari Sungai Thames memenuhi udara," ucap Soh yang berasal dari Johor, Malaysia.

Soh bersama teman-temannya memutuskan untuk terus mengantre, dengan rasa lelah mulai terasa beberapa jam kemudian karena mereka harus terus berdiri.

Dituturkan Soh bahwa dirinya tiba di sekitar Westminster Hall sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sebelum kembali terlibat dalam antrean panjang dan mengular yang membuatnya harus menunggu selama empat jam.

Saat akhirnya menginjakkan kaki di dalam Westminster Hall, Soh berusaha menenangkan dirinya dengan energi yang tersisa, mengingat itulah momen yang dia nantikan sepanjang hari.

"Saya tidak pernah membayangkan memiliki emosi yang meluap di dalam aula itu. Ada begitu banyak orang di sana, dan ketika Anda melihat pada catafalque (podium untuk peti jenazah) dan semua di sekitarnya, Anda merasa sangat kagum atas pencapaian Ratu selama bertahun-tahun," tuturnya.

Usai memberikan penghormatan terakhir untuk Ratu Elizabeth II, perjalanan panjang Soh belum usai. Tantangan lainnya muncul saat stasiun kereta bawah tanah yang ditumpangi Soh dipenuhi penumpang hingga membeludak. Banyak ruas jalanan ditutup sehingga tidak banyak rute alternatif yang bisa ditempuh.

"Kami harus menggunakan rute alternatif karena orang-orang memenuhi jalanan yang membuat kita sulit berjalan," ucapnya.

Soh menyebut seluruh perjalanan yang ditempuhnya menjadi upaya khusus, mulai dari awal hingga akhir, namun dia mengakui sangat luar biasa untuk melihat bagaimana kematian Ratu Elizabeth II bisa memicu emosi luar biasa selama berhari-hari.

Berkemah

Selain itu, ada pula warga yang sempat-sempatnya berkemah. Mereka berkemah demi mendapatkan barisan terdepan untuk menonton seremoni langka itu.

Dilansir AFP, mereka menginap dan berkemah dengan membawa sleeping bag di belakang pagar besi yang telah dipasang di sepanjang distrik pemerintahan Whitehalll, di mana prosesi pemakaman akan melintas.

"Itu bagian dari sejarah," tutur Bethany Beardmore (26), yang saudara laki-lakinya merupakan anggota Grenadier Guard dan berpartisipasi dalam seremoni itu.

"Tidak dalam seumur hidupku akan ada Ratu lainnya," imbuhnya.

Beardmore tiba di lokasi sejak Minggu (18/9) malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Dia berniat menginap di lokasi, namun mendapati dirinya sulit tertidur di tengah udara dingin. "Semua orang mengobrol," ucapnya.

Jamie Page (41), yang mantan tentara dan pernah mengabdi dalam Perang Irak, menuturkan dirinya naik kereta dari rumahnya di Horsham, London bagian selatan, pukul 05.00 pagi waktu setempat.

"Saat berumur 16 tahun, saya menyatakan sumpah setia pada Ratu. Beliau sudah menjadi bos saya. Beliau berarti segalanya. Beliau seperti anugerah dari Tuhan," ucap Page yang mengenakan medali militernya.



















Artikel ini telah tayang di news.detik.com dengan judul "Kisah Mereka ke Pemakaman Ratu Elizabeth dari Jalan Kaki hingga Kemah"