Hagia Sophia

01 October 2022

Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Ini, Bisa Picu Kanker

(Foto: thinkstock)

Kanker menjadi penyakit kompleks yang menyerang bagian tubuh manapun. Penyakit ini membuat sel-sel abnormal tumbuh melampaui batas yang biasanya kemudian menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan menyebar ke organ-organ lain (metastasis). Dikutip dari laman milik WHO, metastasis menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker.

Ada berbagai faktor terjadinya kanker seperti genetik hingga gaya hidup. Pola makan yang tidak bisa jadi salah satu penyebab terjadinya kanker. Ini 6 makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, dikutip dari Healthline.

1. Daging Merah Olahan

Semua jenis daging yang diawetkan dengan cara pengasapan, pengasinan, pengawetan, atau pengalengan bisa menjadi memicu terjadinya kanker. Hal ini terjadi karena daging olahan menghasilkan karsinogen.

Beberapa penelitian pada 2018 dan 2019 menunjukkan konsumsi daging olahan seperti sosis, ham, dan daging merah olahan lainnya secara berlebihan bisa menyebabkan berbagai jenis kanker seperti perut, kolorektal, dan payudara.

2. Makanan Bertepung

Administrasi Makanan dan Obat-obatkan menyebut memasak makanan bertepung seperti kentang goreng bisa meningkatkan pembentukan akrilamida yang sangat tinggi yang berbahaya pada kesehatan.

Menurut sebuah studi 2020 menunjukkan kandungan akrilamida dapat merusak DNA dan menginduksi apoptosis (kematian sel). Hal inilah yang menjadi alasan mengonsumsi makanan bertepung yang digoreng bisa meningkatkan risiko kanker.

3. Makanan Terlalu Matang

Mengonsumsi makanan yang terlalu matang seperti daging bisa menghasilkan karsinogen. Zat ini bisa meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel. Beberapa metode memasak dengan menggunakan suhu tinggi adalah memanggang dan menggoreng.

Oleh karena itu untuk mengurangi risiko karsinogen yang dihasilkan dari masakan bersuhu tinggi, disarankan bagi masyarakat menggunakan metode masak yang lebih sehat seperti mengukus, memanggang pada suhu rendah, atau memasak menggunakan panci dengan teknik slow cooking.

4. Susu

Menurut salah satu penelitian pada 2014 menyebut mengonsumsi produk olahan susu seperti keju, yogurt, atau bahkan minum susu bisa meningkatkan kadar faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Hal ini menyebabkan risiko kanker prostat menjadi lebih tinggi. IGF-1 meningkatkan proliferasi atau produksi sel kanker prostat.

5. Gula dan Karbohidrat Olahan

Mengonsumsi makanan bergula atau bertepung seperti minuman manis, sereal manis hingga roti putih bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Sebuah studi 2020 menyebut kedua kondisi tersebut bisa meningkatkan peradangan dan stres oksidatif sehingga dapat meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker.

Menurut sebuah survei tahun 2019, diabetes tipe 2 bisa meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara dan rahim. Asupan gula dan karbohidrat yang tinggi juga bisa menyebabkan glukosa darah tinggi yang menjadi faktor kanker kolorektal. Oleh karena itu, ada alternatif makanan yang lebih sehat seperti roti gandum atau beras merah.

6. Alkohol

Ketika mengonsumsi alkohol, hati memecah alkohol jadi asetaldehida yang meningkatkan kerusakan DNA. Ini juga mengganggu fungsi kekebalan tubuh dan mengganggu tubuh untuk menargetkan sel-sel prakanker dan kanker.

Menurut studi 2015 menunjukkan alkohol bisa meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita sehingga berisiko ingin terjadinya kanker payudara.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Makanan yang Bisa Jadi Pemicu Risiko Kanker Jika Berlebihan"