Hagia Sophia

23 October 2022

Lebih dari Separo Pasien Gagal Ginjal Akut di Indonesia Masuk Katagori Stadium 3

Foto: Getty Images/iStockphoto/praisaeng

Kasus gagal ginjal misterius yang terjadi di Indonesia kian menjadi sorotan. Kementerian Kesehatan RI mencatat ada total 241 kasus hingga Jumat (21/10/2022). Dari keseluruhan kasus terdapat 131 anak tidak selamat. Kasus ini semakin meningkat pada Agustus hingga puncaknya di Oktober.

Kementerian Kesehatan RI telah mengimbau tenaga kesehatan serta masyarakat untuk menyetop pemberian obat dalam bentuk sirup. Dugaan beberapa obat sirup yang menjadi penyebab gagal ginjal misterius ini terjadi karena dipicu kasus serupa yang terjadi di Gambia, Afrika Barat.

"Kenapa mengarahnya kepada obat? karena kasus kita itu kan di bulan Oktober ini juga ternyata di 5 Oktober WHO mengumumkan secara resmi kematian anak 66 orang di Gambia terkait dengan sirup obat," ucap Dr Ika Puspita Sari, SSi, MSi, Apt Direktur SDM dan Akademik RSA UGM pada Webinar yang membahas mengenai kasus gagal ginjal, Sabtu (22/10/2022).

Lebih lanjut, Dr Ika menjelaskan Gangguan Ginjal Akut (GGA) pada anak ini harus diwaspadai karena 61 persen pasien yang dilaporkan memiliki derajat keparahan stadium 3.

"GGA-nya ini kenapa kita takuti karena langsung stadium 3, kemudian yang meninggal 55 persen sebenarnya sesedikit apapun yang meninggal kita harus pay attention," jelasnya.

"Ini adalah nyawa dan anak-anak ini adalah masa depan kita semua jadi kita harus menjaga, apalagi ini sampai banyak harus jadi perhatian yang luar biasa," lanjutnya.





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "61 Persen Pasien Gagal Ginjal Akut RI Sudah Masuk 'Keparahan' Stadium 3"