Hagia Sophia

02 October 2022

Polisi Tembakan Gas Air Mata dalam Kerusuhan Kanjuruhan, Ini Dampaknya Bila Terhirup

Antara Foto/Ari Bowo Sucipto, CNN Indonesia

Ratusan orang meninggal dunia di insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Saat kerusuhan terjadi aparat menembakkan gas air mata untuk mengurai massa.

Dilaporkan detikJatim, banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Terpapar gas air mata menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Tingkat keparahan gejala yang dialami setelah terpapar gas air mata dapat bergantung pada seberapa banyak gas air mata yang digunakan dan jarak dengan paparan gas air mata.

Laman Healthline menjelaskan kebanyakan orang sembuh dari gas air mata tanpa komplikasi. Namun, orang yang terpapar jumlah besar atau yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dapat mengalami gejala parah seperti gagal napas, kebutaan, dan bahkan kematian.

Beberapa efek potensial dari paparan gas air mata meliputi:

Efek pada mata

Segera setelah terpapar gas air mata, seseorang dapat mengalami gejala mata berikut:
  • Mata berair
  • Mata gatal
  • Mata terasa terbakar
  • Luka bakar di area mata
  • Pandangan kabur
  • Kebutaan
Efek pada pernapasan

Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas. Beberapa efek yang muncul yakni:
  • Rasa terbakar dan gatal di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Dada sesak
  • Mual
  • Muntah
  • Gagal napas
Dalam kasus yang parah, paparan gas air mata konsentrasi tinggi atau paparan di ruang tertutup atau untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Efek Fatal Menghirup Gas Air Mata, Ditembakkan Polisi di Stadion Kanjuruhan"