Hagia Sophia

12 November 2022

Ini Kemungkinan Penyebab Munculnya Benjolan di Leher

ilustrasi benjolan di leher (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)

Benjolan di leher terkadang membuat masyarakat was-was akan pertanda penyakit tertentu. Mungkin di antara pengidapnya acapkali mengira bahwa kondisi ini berkaitan dengan tumor, kanker, atau peradangan akibat virus tertentu.

Padahal, reaksi tubuh ini tidak selalu menyatakan hal yang serius lho. Bisul dan iritasi kulit karena produk sampo yang mengandung banyak detergen pun bisa menimbulkan benjolan di leher.

Sebagian besar benjolan pada orang dewasa sebenarnya bukanlah kanker. Akan tetapi, risiko pertumbuhan sel kanker pada benjolan kian meningkat bila pengidapnya merupakan pecandu alkohol ataupun perokok.

Penyebab Benjolan di Leher

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab dari benjolan di leher dikutip dari Medical News Story dan Medlineplus:

1. Jerawat

Jerawat dapat menyebabkan benjolan dan pembengkakan di bagian belakang leher karena pertumbuhan bakteri akibat keringat atau minyak yang menyumbat pori-pori. Pakaian dengan bahan yang kasar dan produk rambut yang tidak cocok dapat memperparah kondisi ini.

Cobalah untuk menjaga kebersihan leher dengan membiarkannya tetap kering dan higienis, serta ganti produk yang tidak cocok tersebut.

2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kasus terbanyak benjolan di leher disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening diibaratkan filter dalam tubuh. Artinya, organ ini bekerja dengan cara menyaring virus, bakteri, atau benda asing jahat dari aliran darah agar seseorang tidak gampang terserang penyakit.

Namun bila virusnya terlanjur kuat, kelenjar ini tidak mampu lagi berfungsi dengan normal dan pada akhirnya sistem imun tubuh melemah. Pada fase tersebut, seseorang mungkin akan mengalami benjolan atau pembengkakan di kedua sisi tulang belakang leher atau telinga. Masyarakat harus mewaspadai penyakit ini dengan memerhatikan gejala-gejala berikut ini:
  • Benjolan terasa lembut bila disentuh.
  • Ukurannya tidak terlalu besar atau sebesar kelereng.
  • Terdapat pergerakan jika benjolannya ditekan.
  • Beberapa orang disertai gejala lain, seperti infeksi telinga dan tenggorokan.
3. Kista

Penyebab yang tidak kalah seringnya adalah kista berjenis sebaceous, yaitu nodul di bawah kulit yang mengandung protein keratin. Kondisi ini bisa hilang-timbul atau terus bertumbuh besar. Walaupun tidak terasa sakit, benjolan bisa bertambah parah bila terinfeksi.

4. Bisul

Kista, jerawat, dan folikel rambut yang tersumbat sewaktu-waktu dapat berubah menjadi bisul yang menyakitkan. Beberapa orang mungkin akan melakukan tindakan intervensi sendiri di rumah dengan memencet benjolan ini. Namun, tindakan ini semestinya tidak boleh dilakukan karena akan memperburuk keadaan.

Sebaiknya, kompres saja dengan air hangat dan jaga area benjolan tetap bersih. Jika semakin mengganggu sampai berhari-hari, segera bawa ke dokter.

5. Tahi Lalat

Benjolan berupa tahi lalat dapat ditandai dengan tumbuhnya jaringan tepat di atas kulit. Tidak di bawah ataupun dalam kulit. Tahi lalat tentu bukan masalah besar selama perkembangannya masih pada batas wajar. Namun tidak menutup kemungkinan, hal ini bisa menjadi awal dari tanda-tanda kanker kulit. Berikut ini ciri-cirinya:
  • Tahi lalat yang asimetris.
  • Bentuknya tidak rata atau beraturan.
  • Warna yang tidak biasa, misalnya biru atau merah.
  • Ukurannya tidak lebih dari enam milimeter atau sebesar penghapus pensil normal.
  • Seiring waktu menunjukan pertumbuhan bentuk.
6. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan pembengkakan di leher karena kanker atau penyakit lainnya. Tiroid adalah kelenjar di leher yang bertugas memproduksi hormon pengatur metabolisme tubuh.

Sebagian besar kanker kelenjar tiroid tumbuh sangat lambat. Akibatnya, penyakit ini sering tidak disadari sehingga pendeteksiannya terlambat dilakukan.

7. Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah peradangan pembuluh darah yang kerap terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun. Selain benjolan di leher, pengidapnya juga mengalami demam, ruam, dan gangguan pencernaan.

8. Radang Amandel

Radang amandel atau tonsilitis biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus dari makanan yang tidak higienis dan sehat. Sama halnya dengan kelenjar getah bening, amandel berfungsi sebagai pertahan tubuh terhadap infeksi. Adapun tanda-tanda utama dari penyakit ini adalah demam, benjolan di leher, dan sakit kepala.

9. Infeksi Pernapasan

Kondisi lain yang memicu benjolan di leher adalah Infeksi pernapasan karena pertumbuhan virus, misalnya bronkitis atau pneumonia. Apabila tak kunjung diobati, penyakit ini kian bertambah dan kronis.

Meski terkadang tidak berbahaya, ada baiknya segera cek benjolan di leher agar mengetahui penyebab dan diagnosis pastinya. Pendeteksian dini dari suatu penyakit akan mempercepat proses penyembuhannya.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Muncul Benjolan di Leher? Ini 9 Kemungkinan Penyebabnya"