Hagia Sophia

17 November 2022

Menkes: Masyarakat yang Belum Divaksin Berisiko Meninggal di Gelombang XBB

Foto: Agung Pambudhy

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut pasien COVID-19 paling berisiko meninggal adalah mereka yang belum pernah divaksinasi. Dilihat dari tren kasus kematian COVID-19 mingguan, proporsi meninggal pasien tidak divaksinasi lebih dominan dibandingkan mereka yang sudah menerima booster atau vaksin COVID-19 dua dosis.

"Masyarakat yang belum divaksin sangat beresiko meninggal di wave (gelombang) kali ini," kata Budi dalam pesan tertulis, Rabu (16/11/2022).

Data yang dihimpun Kemenkes RI periode 4 Oktober hingga 14 November 2022 menunjukkan 221 orang meninggal karena COVID-19 belum didivaksinasi. Sementara kasus kematian COVID-19 dengan status vaksinasi satu dosis sebanyak 33 orang, sementara status vansin COVID-19 dua dosis vaksin 122 orang.

Persentase lebih kecil dilaporkan pada kelompok penerima booster, hanya 88 atau 19 persen kasus dari kumulatif kematian mingguan. Dalam sepekan terakhir, ada 467 orang yang meninggal.

Rekor tertinggi dilaporkan pada Rabu (16/6) dengan laporan 54 kematian dan dua hari sebelumnya, Senin (14/6) juga tercatat 54 orang meninggal karena COVID-19.

Tersisa 3 kasus kematian COVID-19 yang belum teridentifikasi status vaksinasinya. Sementara kematian di kelompok usia ditemukan sebagai berikut:
  • 0-5 tahun: 21 kasus
  • 6-11 tahun: 4 kasus 12-18 tahun: 4 kasus
  • 19-59 tahun: 163 kasus
  • Lebih dari 60 tahun: 275 kasus
Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama sempat mempertanyakan angka kematian COVID-19 yang tinggi melampaui beberapa negara dengan kasus harian COVID-19 di atas Indonesia. Menurutnya, kemungkinan besar banyak kasus COVID-19 di masyarakat tak teridentifikasi lantaran rendahnya testing hingga tracing.

Sementara Menkes Budi menyebut puncak kasus COVID-19 bisa terjadi di awal Januari 2023 dengan perkiraan 20 ribu kasus per hari. Berkaca pada apa yang terjadi di banyak negara termasuk Singapura.

Ada tiga varian Omicron baru yang teridentifikasi di Indonesia sejauh ini, diduga kuat menjadi penyebab lonjakan kasus kembali terjadi, yakni XBB, BQ.1, dan BA.2.75.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Beri Warning! Kelompok Ini Berisiko Meninggal di Gelombang XBB"