Hagia Sophia

04 January 2023

Mengenal Flu Tulang, Penyebab dan Pengobatannya

Foto ilustrasi: Ari Saputra

Istilah penyakit chikungunya mungkin telah kamu dengar sebelumnya, tapi bagaimana dengan flu tulang? Pernahkah kamu mendengar istilah tersebut?

Faktanya, penyakit chikungunya dan flu tulang adalah dua penyakit yang sama. Flu tulang disebarkan oleh suatu serangga yang membawa sejenis virus. Penasaran dengan flu tulang dan cara pengobatannya? Simak artikel berikut ini!

Pengertian Flu Tulang

Chikungunya atau flu tulang adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya membungkuk akibat nyeri hebat pada persendian tangan dan kaki. Chikungunya sendiri berasal dari bahasa Makonde yang artinya berubah bentuk atau bungkuk.

Mengutip Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas terkait Penyakit Menular Chikungunya yang ditulis Masrizal, flu tulang adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Namun, flu tulang bersifat self limiting diseases, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini juga tidak menyebabkan kematian, tetapi (dapat sembuh sendiri) dan tidak menyebabkan kematian dengan adanya imunitas dalam tubuh penderita.

Gejala Flu Tulang

Mengingat jenis penyakitnya yang menular, flu tulang harus dideteksi secepat mungkin agar tidak menyebar lebih luas. Karena itu, penting untuk mengenal gejala-gejala flu tulang agar memperoleh penanganan secepatnya. Gejala flu tulang adalah berikut ini:

1. Masa Inkubasi 3-7 Hari
Gejala pertama dari flu tulang adalah masa inkubasi yang terjadi 3-7 hari. Masa inkubasi adalah jarak penderita mulai terinfeksi virus sampai timbul gejala pertama. Masa inkubasi ini berbeda penyakit demam berdarah yang membutuhkan waktu lebih lama, yaitu 4-7 hari atau 3-14 hari.

2. Demam Mendadak, Sakit Kepala, Mual, dan Kelelahan
Setelah masa inkubasi, dilansir ciputrahospital.com, penderita akan mengalami demam tinggi dengan kisaran angka 38,9 derajat celcius. Meskipun begitu, angka ini masih lebih rendah dari demam berdarah (DBD) yang mencapai 40 derajat celcius ke atas. Penderita juga akan mengalami gejala lain seperti sakit kepala, mual, dan kelelahan.

3. Pembengkakan dan Nyeri Tinggi
Gejala selanjutnya dari flu tulang adalah pembengkakan dan nyeri tinggi. Pembekakan ini dapat terjadi pada bagian pergelangan tangan, siku, jari, lutut, dan pergelangan kaki.

4. Ruam di Wajah atau Tubuh
Bila Anda memiliki ruam merah yang muncul pada hampir seluruh wajah, telapak tangan, kaki, dan tungkai, patut diwaspadai bahwa hal tersebut bisa menandakan flu tulang. Pada DBD, ruam hanya muncul pada tungkai dan wajah saja.

5. Gejala Akut Sembuh 7-10 Hari
Gejala akut pada flu tulang dapat sembuh dalam waktu 7-10 hari. Sementara itu, pada demam berdarah, Anda akan mengenal fase demam, kritis, dan pemulihan.

6. Kekambuhan Rematik
Gejala berikutnya adalah kekambuhan rematik. Artinya, meski Anda telah melalui gejala akut, gejala tetap dapat kambuh setelah selesainya gejala akut. Hal ini dapat dikonsultasikan dengan dokter untuk lebih lanjutnya.

7. Pembengkakan Liver
Selanjutnya adalah pembengkakan liver. Meski tidak semua penderita mengalaminya, Anda tetap perlu berhati-hati dengan flu tulang karena berpotensi menimbulkan komplikasi.

8. Mata Merah
Gejala terakhir dari flu tulang adalah mata merah. Bila Anda memiliki mata merah yang disertai dengan gejala-gejala lainnya, patut diwaspadai bahwa Anda terkena flu tulang.

Penyebab Flu Tulang

Ada sejumlah penyebab terjadinya flu tulang, yaitu:
  • Nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus chikungunya.
  • Nyamuk Aedes albopictus yang menularkan penyakit ke manusia.
Komplikasi Flu tulang

Mengutip yankes.kemkes.go.id, flu tulang dapat menimbulkan sejumlah komplikasi atau risiko, seperti:
  • Radang pada bagian uvea mata (uveitis)
  • Rada pada retina mata (retinitis)
  • Peradangan otot jantung (miokarditis)
  • Peradangan ginjal (nefritis)
  • Radang hati (hepatitis)
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Radang sendi (rematik)
  • Radang saraf tulang belakang (melitis)
  • Sindrom Guillain-Barre (gangguan sistem saraf yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan).
Cara Perawatan Flu Tulang

Jika sudah terkena flu tulang, bagaimana cara perawatannya? Berikut ini sejumlah cara yang dapat dilakukan menurut pacitankab.go.id:
  1. Istirahat yang cukup
  2. Minum lebih banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
Pencegahan Flu Tulang

Anda tentunya tidak ingin terkena flu tulang, kan? Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan flu tulang, seperti:
  1. Menguras tempat penampungan air.
  2. Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  3. Melakukan daur ulang pada barang bekas yang bisa menampung air.
  4. Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air agar nyamuk tidak hinggap.
  5. Menggunakan obat anti nyamuk setiap malamnya.
  6. Memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk.
  7. Menggunakan kawat anti nyamuk pada jendela dan ventilasi rumah.
  8. Menanam tumbuhan yang mengusir nyamuk.
  9. Memperbaiki saluran air yang tidak lancar.
  10. Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian di ruang terbuka.
  11. Membersihkan lingkungan secara rutin.
Demikian artikel tentang flu tulang. Yuk, waspada dengan serangan nyamuk dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak terkena penyakit flu tulang!























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Flu Tulang Adalah: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengobatinya"