Hagia Sophia

04 January 2023

Banjir Rob Berpotensi Mengintai Beberapa Wilayah Indonesia di Awal Januari 2023

Liputan6.com/Ist

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terjadi banjir rob, imbas fenomena bulan purnama (full moon) 6 Januari 2023.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo memprediksi fenomena full moon ini membuat level air meningkat di beberapa wilayah.

"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia," ujar dia dalam keterangan resmi. 

Berikut sederet wilayah yang terancam banjir rob saat terjadinya fenomena antariksa bulan purnama.
  • Padang Sumatra Barat dan pesisir Bengkulu pada 6-7 Januari
  • Pesisir Kepulauan Riau 1-10 Januari
  • Pesisir Banten 1-5 Januari
  • Pesisir utara DKI Jakarta 3-10 Januari
  • Pesisir Jawa Barat 1-4 Januari
  • Pesisir utara Jawa Tengah 1-2 Januari dan 6-15 Januari
  • Pesisir selatan Jawa Tengah 4-11 Januari
  • Pesisir Jawa Timur 5-9 Januari
  • Pesisir NTB 5-8 Januari 2023
  • Pesisir NTT 1-2 Januari
  • Pesisir Kalimantan Barat 6-10 Januari
  • Pesisir Kalimantan Tengah 8-10 Januari
  • Pesisir utara hingga timur Kepulauan Talaud dan bagian barat dan timur Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara 1-6 Januari
  • Pesisir Sulawesi Selatan 6-8 Januari
  • Pesisir utara Kepulauan Halmahera 7-9 Januari
Kendati demikian BMKG tak merinci berapa potensi ketinggian gelombang yang mengancam sejumlah wilayah di atas.

Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah. Menurut Eko, secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim BMKG," tuturnya.

Eks Ketua Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), yang kini dilebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin mengungkapkan fenomena full moon berpengaruh terhadap tarikan gravitasi Bulan terhadap laut sehingga membuat pasang air laut.

"Jadi bukan gerhananya yang menyebabkan banjir, tapi gerhana hanya menambah dari banjir itu (banjir rob), yaitu genangan air menjadi lambat terbuang ke laut," kata dia, pada 2020.

Thomas menjelaskan pasang-surut purnama (spring tides) terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada di satu garis lurus. Pada saat itu, air laut akan maksimum atau lebih tinggi dibanding biasanya.

Pasang-surut purnama ini umumnya terjadi dua kali setiap bulan, yakni saat bulan baru dan bulan purnama. "Pasang-surut akan maksimum, menyebabkan air laut pasang lebih tinggi dibandingkan rata-rata. Ini yang perlu diwaspadai," kata Thomas.

"Rata-rata ketinggian air laut bisa mencapai 1,4 meter saat pasang-surut purnama," sambungnya.






















Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "Daftar Wilayah Potensi Banjir Rob Awal Januari, Jakarta Termasuk"