Hagia Sophia

01 June 2023

Baru Lahir Beberapa Hari, Bayi Perempuan Ini Alami Menstruasi

Viral bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan mengalami 'menstruasi', dokter anak mengungkap penyebabnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/SeventyFour)

Video seorang ibu yang membagikan pengalamannya melahirkan bayi perempuan menjadi sorotan netizen. Pasalnya, bayi tersebut mengalami menstruasi yang umumnya hanya dialami perempuan ketika memasuki masa pubertas.

"Kaget nggak sih? Ternyata menstruasi juga bisa dialami bayi bukan dialami orang dewasa aja," ujarnya dalam akun TikTok-nya @esawisesap, dikutip atas izin yang bersangkutan.

Kepada detikcom, ibu yang bernama Pangastryan Wisesa Pramudiah (28) menceritakan awal mulanya. Wanita yang biasa disapa Esa, menuturkan ini merupakan pengalaman pertamanya.

"Kebetulan sebelumnya saya belum punya pengalaman melahirkan anak perempuan, karena anak pertama saya laki-laki. Ketika hari kedua usia kelahirannya, anak perempuan saya mengalami keputihan, dan di hari ketiga kelahirannya mengeluarkan flek darah," ujar Esa, dihubungi detikcom, Selasa (30/5/2023).

Esa mengaku panik, namun ia tetap berusaha berpikir positif bahwa darahnya akan berhenti pada esok harinya. Esa kemudian pergi ke dokter lantaran perdarahan yang dialami putrinya tidak kunjung berhenti.

"Ketika saya konsul lebih lanjut dengan bidan, beliau mengatakan bahwa apa yang dialami oleh anak saya adalah 'mens bayi', dan hal tersebut dapat terjadi pada sebagian bayi perempuan, karena pengaruh hormon dari ibunya, dan akan hilang dalam beberapa hari," kata Esa.

"Setelah mendapatkan informasi yang jelas dari bidan, saya sudah tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang dialami oleh anak saya. Saya juga sempat research di internet dan ternyata memang bisa terjadi di sebagian bayi perempuan," lanjutnya.

Putri Esa mengalami menstruasi neonatal atau Neonatal Uterine Bleeding (NUB) selama 5 hari. Dokter menyarankan Esa untuk menjaga agar organ intimnya tetap bersih.

"Sesuai dari hasil konsultasi, saya hanya membersihkan area vagina anak saya dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi air hangat. Saya bersihkan dari area atas ke bawah. Saya juga nggak lupa untuk mengganti popoknya," imbuh Esa.

Kini, putri Esa yang diberi nama Gia tersebut sudah berusia 28 hari. Kondisinya saat ini juga dalam keadaan sehat dan tidak kembali mengalami perdarahan.

"Tidak ada hal-hal yang 'aneh' pasca menstruasi neonatal," kata Esa.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2017, kasus menstruasi neonatal terjadi pada 25-61 persen bayi yang baru lahir. Dari angka tersebut, hanya 3-5 persen yang dapat terlihat jelas perdarahannya. Biasanya, menstruasi neonatal terjadi pada 3-5 hari setelah bayi dilahirkan.

Tanggapan Dokter Anak

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menuturkan bayi memang bisa mengalami menstruasi. Namun, menstruasi yang dialami merupakan faktor hormonal ibu ketika mengandung.

"Ini bisa terjadi karena faktor hormon bawaan. Ini bisa jadi sisa-sisa hormon dan sifatnya sementara," kata dr Piprim ditemui detikcom di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2023).

dr Piprim menyebut, kasus ini serupa dengan bayi laki-laki yang mengalami pembesaran payudara. Di samping itu, ia juga menyarankan agar orang tua untuk segera berkonsultasi guna mengetahui penyebab pasti perdarahan tersebut.

"Tapi tetap harus dibawa ke dokter terdekat, biar tahu penyebab pastinya apa. Karena bisa jadi pendarahan itu karena luka. Jangan langsung berpikir, oh, menstruasi karena hormon. Jangan begitu," ujarnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Bayi Baru Lahir Alami Menstruasi, Dokter Anak Angkat Bicara"