Hagia Sophia

13 July 2023

Beberapa Kasus Langka Lidah Berbulu Disebabkan Rokok dan Konsumsi Antibiotik

Kondisi langka lidah berbulu. (Foto: British Journal Medical Report)

Seorang pria di Ohio, Amerika Serikat, mengalami kondisi langka yang menyebabkan lidahnya berbulu dan berwarna kehijauan. Diduga, kondisi tersebut timbul efek konsumsi rokok dibarengi konsumsi obat.

Pria berusia 64 tahun tersebut baru memeriksakan diri ke klinik perawatan primer beberapa minggu setelah menyadari lidahnya mulai berubah warna. Muncul dugaan, kondisinya merupakan efek samping yang tak umum dari merokok tembakau dan minum antibiotik.

Menurut laporan studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, sekitar tiga minggu sebelum mengunjungi dokter, pria tersebut telah menyelesaikan pengobatan antibiotik klindamisin untuk infeksi gusi. Dokter mendiagnosa pria itu dengan lidah berbulu, suatu kondisi yang ditandai dengan lapisan abnormal pada permukaan atas lidah, juga disebut daerah dorsal.

Dokter juga menyarankan pria itu untuk menggosok lembut permukaan lidahnya dengan sikat gigi empat kali sehari. Dia juga diberi konseling tentang cara berhenti merokok. Kini setelah melewati perawatan selama enam bulan kemudian, lidah pasien kembali normal.

Sebelumnya, kasus lidah berbulu juga sudah pernah terjadi. Penyebabnya dikaitkan dengan potensi efek samping lain dari obat-obatan.

Lidah wanita berbulu dan menghitam usai minum antibiotik

Seorang wanita berusia 60 tahun yang tidak disebutkan identitasnya mengalami lidah menghitam dan berbulu. Kondisi ini dikaitkan sebagai efek samping dari antibiotik yang diresepkan kepadanya untuk mengurangi efek kemoterapi.

Dalam laporan kasus yang diterbitkan di British Medical Journal Case Report, pasien mengkonsumsi minosiklin, obat resep yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih, infeksi kulit, jerawat parah, demam kutu, dan klamidia.

Wanita tersebut mengkonsumsi minosiklin untuk mencegah lesi kulit akibat kemoterapi. Setelah beberapa waktu, ia mengembangkan bercak-bercak hitam di wajahnya dan lidah berbulu hitam, suatu kondisi yang disebut hiperpigmentasi akibat obat.

Lidahnya ditutupi bercak-bercak berwarna hitam kecoklatan dan menyebabkan rasa sakit. Dokter mengatakan bercak abu-abu di wajahnya adalah potensi efek samping lain dari antibiotik. Gejalanya membaik setelah berhenti minum obat.

Pria 50 tahun mengalami lidah berbulu hitam yang parah

Dokter melaporkan kasus langka seorang pria dengan lidah berbulu yang hitam. Pria berusia 50-an itu datang ke departemen dermatologi setelah pengasuhnya mengkhawatirkan penampilan lidahnya.

Dokter, yang menulis di jurnal JAMA Dermatology, menggambarkan lidahnya memiliki 'lapisan hitam tebal' yang 'kekuningan' di bagian tengah dan belakang lidahnya. Selain itu, lidahnya menunjukkan "serat memanjang yang tipis, yang tampak seperti permukaan berbulu'.

Dikutip dari laman IFL Science, pria itu didiagnosis dengan sindrom Black Hairy Tongue. Sekitar tiga bulan sebelumnya, pria itu sempat menderita stroke yang membuat sisi tubuh bagian kirinya melemah.

Sejak saat itu, dia hanya bisa makan makanan dan cairan yang dihaluskan, yang kemungkinan menjadi penyebab penyakitnya. Munculnya kondisi yang tidak berbahaya dan cukup umum ini disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati di lidah.

Hal ini menyebabkan papila yang melapisi lidah, dan mengandung kuncup pengecap, memanjang. Pada gilirannya, papila menjebak zat lain, seperti makanan, bakteri, dan ragi.

Dalam kasus pria ini, warna kuning pada bagian lidahnya kemungkinan besar berasal dari makanannya. Untungnya, penyakit ini dapat diobati dengan menghilangkan penyebab kondisi tersebut dan kebersihan mulut yang baik. Pemulihan pria itu cukup sederhana.

"Pasien dan perawat diberi saran mengenai tindakan pembersihan yang tepat, dan perubahan warna hilang setelah 20 hari," para dokter menyimpulkan.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sederet Kasus Langka Lidah Berbulu, Disebabkan Rokok hingga Konsumsi Antibiotik"