Hagia Sophia

13 July 2023

Tips dari Pakar Bila Ingin Berhenti Nge-vape

Foto: Hasan Alhabshy

Vaping menjadi sebuah fenomena baru yang menimpa generasi muda saat ini. Awalnya digadang-gadang sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding rokok, vape kini malah menyebabkan kecanduan baru dengan dampak kesehatan yang tak kalah parahnya.

Sama seperti rokok, mereka yang sudah kecanduan vape akan merasa kesulitan untuk berhenti. Namun, ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan untuk bisa bebas dari belenggu rokok elektrik ini.

Konsultan klinis dari National Centre for Smoking Cessation and Training, Louise Ross, mengatakan berhenti vaping adalah hal yang tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja.

"Jika Anda berhenti begitu saja, besar risikonya Anda akan segera kembali vaping," ujarnya dikutip dari The Guardian, Rabu (12/7/2023).

Dia lebih menyarankan untuk berhenti vaping secara perlahan dengan cara mengurangi konsentrasi hingga frekuensi vaping. Ross juga menyarankan untuk tidak selalu membawa vaping saat bepergian.

"Yang penting adalah kontrol terhadap diri sendiri," imbuhnya.

Sementara itu, National Health Services (NHS) di Inggris menyarankan mereka yang ingin berhenti vaping tidak melakukannya secara serta merta.

"Cukup kurangi frekuensi atau konsentrasi nikotin vape-nya saat Anda merasa mau berhenti merokok," tulisnya.

Cara lain untuk mengurangi kecenderungan vaping adalah dengan mengambil napas panjang, melatih kesadaran, dan melakukan jalan cepat. Bagi remaja yang tidak merokok, bisa mencegah keinginan untuk vaping dengan memikirkan dampak yang bisa ditimbulkan limbah vape terhadap lingkungan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Susah Banget Berhenti Ngevape? Saran Pakar Ini Boleh Dicoba"