Hagia Sophia

26 April 2024

Terkait Banyak Anak yang Merokok, LSM: Mahalkan Harga Rokok

Foto: (iStock)

Lembaga swadaya masyarakat Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia menyoroti tingginya jumlah perokok anak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan di tahun 2018, jumlah perokok anak usia 10-19 berada di angka 9,1 persen. Jumlah tersebut meningkat dari 7,2 persen dari di tahun 2013.

Sekjen FAKTA Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto menuturkan bahwa tingginya jumlah perokok anak disebabkan oleh aksesnya yang sangat mudah. Mulai dari harganya yang murah hingga mudahnya orang-orang membeli rokok 'ketengan'.

"Rokok masih bisa sangat terjangkau apalagi kalau kita lihat kebiasaan anak-anak mengakses rokok itu ada ketika mereka membeli rokok secara ketengan," kata Tubagus dalam acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2024, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (24/4/2024).

Menurut Tubagus langkah-langkah 'mempersulit' pembelian rokok seperti meningkatkan harga perlu dilakukan untuk menurunkan angka perokok, khususnya pada anak-anak. Penegakan aturan soal pembelian rokok secara ketengan menurut Tubagus juga perlu diterapkan. Berapa harga yang tepat?

"Saya kira beberapa tahun lalu (2016) guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Profesor Hasbullah Thabrany melakukan survei hasilnya Rp 50 ribu itu bikin mereka mikir apakah uang ini saya belikan rokok atau bisa dikonversi menjadi 2 kilogram telur misalnya," ucap Tubagus.

"Kalau sekarang mungkin kalau dihitung inflasi dan sebagainya ya mungkin kalau di Australia kan itu satu pack itu harganya bisa Rp 100 ribu. Mungkin kalau kita Rp 75 ribu lah orang itu mulai 'goyang'," sambungnya.

Selain mendorong naiknya harga rokok, Tubagus berpendapat bahwa perlu juga dibuat aturan batas bawah untuk harga rokok. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar tidak ada produk yang masih mudah dibeli perokok muda atau anak.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Soroti Banyaknya Perokok Anak RI, LSM Sebut Harga Rokok Harusnya Segini"