Hagia Sophia

08 February 2026

Diduga Overwork, Karyawan Usia 26 Tahun Meninggal

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/visionchina

Kematian seorang karyawan berusia 26 tahun yang dilaporkan bekerja hampir 80 jam dalam seminggu di cabang toko roti Korea Selatan yang populer. Hal ini memicu spekulasi bahwa kerja berlebihan mungkin menjadi faktor penting.

Partai Keadilan yang berhaluan kecil mengeluarkan pernyataan bahwa tempat kerja tersebut tidak bertanggung jawab atas kematian karyawannya. Diketahui karyawan tersebut meninggal pada bulan Juli 2025 setelah 58 -80 jam seminggu.

Menurut partai progresif tersebut, karyawan tersebut meninggal 14 bulan setelah bergabung dengan perusahaan pada Mei 2025.

"Sehari sebelum kematiannya, pekerja tersebut tiba pukul 9 pagi dan pulang tepat sebelum tengah malam," kata partai tersebut, dikutip dari Korean Herald.

"Sekitar lima hari sebelumnya, pekerja tersebut dilaporkan bekerja 21 jam dalam satu hari," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karyawan tersebut mungkin meninggal karena kerja berlebihan kronis dan akut.

Karyawan tersebut telah dipindahkan beberapa kali selama 14 bulan masa kerjanya, dari Gangnam ke Suwon, di Provinsi Gyeonggi dan kemudian ke Incheon, setiap kali dengan kontrak baru.

Keluarga yang berduka telah mengajukan permohonan kompensasi kecelakaan kerja. Tetapi pengelola tempat kerja menolak untuk memberikan dokumen terkait jam kerja karyawan.

"Perusahaan terus bersikeras bahwa catatan jam kerja mereka berbeda dengan klaim keluarga," tuturnya.

Keluarga tersebut dilaporkan mengajukan permohonan kompensasi pada 22 Oktober 2025.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengungkap data mengerikan terkait jam kerja yang berlebihan atau overwork. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kematian akibat stroke dan penyakit jantung.

Normalnya, jam kerja dalam seminggu adalah sekitar 35-40 jam. Jika bekerja lebih dari itu, mungkin hingga 55 jam per minggu, dapat meningkatkan risiko stroke hingga 35 persen dan jantung iskemik 17 persen.

"Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan risiko stroke atau penyakit jantung," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari laman resmi WHO.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Karyawan 26 Tahun di Korsel Meninggal, Diduga Overwork hingga 80 Jam per Pekan"