Hagia Sophia

21 February 2026

Ini Risikonya Bila Sering Minum 'Obat Warung'

Foto: Getty Images/apomares

Obat pereda nyeri yang dijual bebas di warung atau apotek tanpa resep dokter sering menjadi solusi kilat saat sakit kepala, nyeri otot, atau sakit gigi melanda. Karena mudah didapat, banyak orang menganggap obat-obat ini tidak berbahaya meski diminum setiap hari.

Para ahli medis memperingatkan bahwa penggunaan jangka panjang obat-obatan Over-the-Counter (OTC) seperti parasetamol, ibuprofen, hingga naproxen diam-diam menyimpan risiko kesehatan yang serius.

Berikut efek yang bisa terjadi pada tubuh:

1. Bahaya Tersembunyi pada Lambung
Dikutip dari Medical Daily, penggunaan jangka panjang obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat merusak lapisan pelindung lambung. Obat-obatan ini menghambat enzim yang melindungi lambung dari asam.

Akibatnya, risiko luka lambung (tukak), perdarahan internal, hingga kebocoran lambung (perforasi) meningkat drastis. Gejalanya sering kali tidak terlihat sampai terjadi kondisi parah seperti muntah darah atau BAB berwarna hitam.

2. Kerusakan Hati Akibat Parasetamol
Parasetamol (acetaminophen) sering dianggap lebih aman untuk lambung, namun risiko utamanya justru menyerang hati. Hati memproses obat ini menjadi senyawa yang bisa menjadi racun jika dosisnya berlebihan atau diminum dalam waktu lama.

Data dari National Institutes of Health (NIH) menyebutkan bahwa overdosis parasetamol adalah salah satu penyebab paling umum gagal hati akut. Hal ini sering terjadi tanpa sengaja karena banyak orang menggabungkan "obat warung" dengan obat flu lain yang ternyata juga mengandung parasetamol.

3. Gagal Ginjal dan Risiko Jantung
Ginjal juga sangat rentan terhadap penggunaan obat pereda nyeri yang rutin. NSAID dapat membatasi aliran darah ke ginjal, yang jika dibiarkan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dapat memicu penyakit ginjal kronis.

Selain itu, penggunaan jangka panjang beberapa jenis NSAID juga dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah yang memperbesar risiko serangan jantung dan stroke, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

4. Siklus Sakit Kepala 'Rebound'
Ironisnya, mengonsumsi obat sakit kepala setiap hari justru bisa menyebabkan medication-overuse headache. Ini adalah kondisi ketika sakit kepala muncul kembali (rebound) dengan lebih sering dan lebih parah akibat ketergantungan pada obat pereda nyeri.

Hal ini memicu pasien untuk terus menaikkan dosis, yang akhirnya memperparah kerusakan organ tubuh lainnya.

Cara Aman Konsumsi 'Obat Warung'

Menurut anjuran medis, obat pereda nyeri bebas hanya dimaksudkan untuk penggunaan jangka pendek, biasanya tidak lebih dari 7 hingga 10 hari.

Berikut beberapa strategi aman:
  • Batasi dosis: Jangan melebihi 3.000-4.000 mg parasetamol per hari.
  • Cukupi air putih: Hidrasi membantu ginjal menyaring sisa obat dengan lebih baik.
  • Jangan campur alkohol: Alkohol sangat meningkatkan risiko kerusakan hati dan perdarahan lambung jika dikombinasikan dengan obat pereda nyeri.
  • Cari alternatif: Gunakan terapi fisik, kompres, atau balsem topikal untuk mengurangi ketergantungan pada obat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Risiko Keseringan Minum 'Obat Warung', Bisa Picu Kerusakan Organ Jangka Panjang"