![]() |
| Ilustrasi (Foto: Situasi CFD di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Minggu (31/8/2025)-(Sholihin/detikcom)) |
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 93 persen warga Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik atau 'mager'. Temuan ini berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025 hingga awal 2026.
"Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dikutip Antara, Rabu (18/2/2026).
Ani juga menyampaikan 74 persen warga yang melakukan CKG mengalami ketidaknormalan kadar lemak dalam darah (dislipidemia) dan 51 persen warga mengalami masalah kesehatan gigi.
Sebagai tindak lanjut dari temuan masalah kesehatan itu, Dinkes DKI memperkuat program promotif dan preventif, dengan memperluas edukasi perilaku hidup sehat dan memperbanyak skrining faktor risiko penyakit tidak menular melalui program CKG.
Dinkes DKI juga menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung aktivitas fisik dan pola makan seimbang. Adapun layanan CKG di Jakarta, tersedia di 44 puskesmas yang tersebar di enam wilayah kota.
Di sisi lain, pada 2025, sebanyak 4.202.586 orang melakukan CKG atau sebesar 37,5 persen dari total penduduk sasaran CKG.
Selanjutnya pada 2026, yakni Januari hingga 11 Februari, tercatat sebanyak 146.727 orang telah melakukan CKG, dan angka ini masih terus berproses hingga akhir tahun.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta warga mengikuti program CKG pada 2026. Target tahun ini lebih tinggi dibandingkan 2025 yang hanya 70 juta orang.
Risiko Mager bagi Kesehatan
Aktivitas fisik yang rendah bukan sekadar masalah kemalasan, melainkan ancaman serius bagi metabolisme tubuh.
Berikut adalah beberapa efek buruk "mager" bagi kesehatan:
- Penumpukan Lemak Viseral (Obesitas Sentral): Kurang gerak menyebabkan kalori yang masuk tidak terbakar dan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Lemak ini sangat berbahaya karena mengelilingi organ vital.
- Risiko Penyakit Jantung-Stroke: Kurang aktivitas fisik membuat aliran darah tidak lancar dan otot jantung kurang terlatih, yang memicu tekanan darah tinggi dan penyumbatan pembuluh darah.
- Resistensi Insulin (Diabetes Tipe 2): Saat otot jarang digunakan, kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin menurun, sehingga kadar gula darah mudah melonjak.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hasil CKG Ungkap 93 Persen Warga Jakarta Mager, Berisiko Kena Penyakit Serius"
