Hagia Sophia

18 December 2022

COVID-19 Gejala Berat Membuat Otak Menua

Ilustrasi. Studi teranyar menemukan, Covid-19 dengan gejala berat membuat otak pasien menua. (Istockphoto/Nikada)

Ada banyak perubahan fisik yang terjadi akibat infeksi virus corona penyebab Covid-19. Salah satunya perubahan pada otak.

Studi teranyar menemukan Covid-19 gejala berat membuat otak pasien menua. Otak pasien ditemukan terlihat seperti otak orang sehat berusia 70 tahun.

Studi yang diterbitkan di jurnal Nature Aging ini menganalisis post mortem sebanyak 54 orang sehat dan orang yang terinfeksi dengan gejala berat.

"Kami mengamati bahwa ekspresi gen di jaringan otak pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 sangat mirip dengan individu sehat berusia 71 tahun atau lebih," kata Jonathan Lee, ilmuwan kesehatan masyarakat dari Harvard University, seperti dilaporkan Science Alert.

Sampel post mortem terdiri dari orang-orang berusia awal 20-an hingga pertengahan 80-an. Sebanyak 21 orang mengalami Covid-19 gejala berat, satu orang terinfeksi tanpa gejala, dan 22 orang berstatus sehat.

Peneliti menggunakan teknologi pengurutan RNA pada sampel korteks prefrontal (otak depan). Mereka menemukan bahwa pasien bergejala berat menunjukkan ekspresi genetik terkait penuaan.

Otak individu yang terinfeksi tampak lebih mirip individu sehat berusia tua.

Peneliti juga mengamati ada hubungan signifikan antara respons seluler terhadap kerusakan DNA, fungsi mitokondria, pengaturan respons terhadap stres dan stres oksidatif, transportasi vesikular (lalu lintas molekul), homeostasis (proses mempertahankan kestabilan) kalsium, dan jalur sinyal sekresi insulin yang berkaitan dengan penuaan otak.

"Secara keseluruhan, analisis kami menunjukkan bahwa banyak jalur biologis yang berubah seiring penuaan alami di otak juga berubah pada Covid-19 gejala berat," tulis peneliti.























Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul "Studi: Covid-19 Gejala Berat Bikin Otak Menua Seperti Lansia"